NKN NEWS STICKER

Akibat imbas debu vulkanik gunung Kelud, di Mojokerto kini langka masker. Bahkan dibeberapa apotik dan swalayan juga habis

Sabtu, 08 Oktober 2011

Mengintip Pikiran Steve Jobs

Steve Jobs telah menuliskan sejarah. Pikiran dan temuan-temuannya begitu hebat. Dunia tak akan melupakannya meski dia telah pergi selamanya, Rabu malam lalu, di usia 56 tahun. Beberapa percikan pikiran Jobs begitu membekas di kalangan pencinta Apple dan guru-guru marketing dunia.

Salah satu ucapan Jobs yang sangat dikenal orang adalah "Stay hungry. Stay foolish." Seberapa pun kaya Anda, seberapa pun pintar Anda, kata Jobs, tetaplah haus ilmu, haus kreativitas. Orang-orang yang lapar biasanya kreatif.

Prinsip itulah yang dipegang Jobs. Dia dulu tak punya apa-apa. Tak lulus kuliah. Alih-alih menekuni diktat-diktat tebal, dia memilih menekuni ilmu menulis kaligrafi. Tak mengherankan bila produk-produk Apple memiliki font yang indah.

Mantra Jobs yang lain adalah "Good artist copy it, great artist steal it". Ucapan ini bukan asli milik Jobs. Dia cuma menirukan ucapan seniman kondang Pablo Picasso. Dia telah membuktikan kata-kata ini. Siapa yang mempopulerkan mouse atau tetikus? Apple. Siapa penemunya? Xerox. Temuan ini bahkan ada di gudang dan tak dijual oleh Xerox. Apple mengemasnya dengan cantik sehingga orang suka memakai mouse.
Ingat iPod? Sebelum Apple meluncurkannya, dunia sudah kenal pemutar MP3. Tapi, Jobs melahirkan kembali dalam bentuk yang nyaris sempurna. Demikian juga dengan fenomena iPhone. Dunia sudah lama mengenal telepon seluler. Tapi kehadiran iPhone mengguncang dunia. Fenomena iPad juga mengikuti pola yang sama. Tablet sudah diluncurkan oleh Bill Gates pada 2001 dan tak laku. Tapi, begitu disentuh oleh Jobs, iPad menjadi trendsetter bisnis tablet.Mengapa bisa begitu? Jawabnya, lagi-lagi, "Good artist copy it, great artist steal it."

Jobs memang selalu ingin beda. Makanya dia tak pernah mau membuat produk yang pasaran atau biasa-biasa saja. Dia ingin sesuatu yang setiap orang akan berdecak, "Woow!"
Lihatlah saat tren netbook datang. Semua produsen komputer berlomba membuatnya. Tapi Jobs tidak. Dengan sok dia berkata, "Kami tak tahu bagaimana membuat komputer di bawah harga US$ 500 (sekitar Rp 5,5 juta) yang bukan kumpulan sampah!" Dia akhirnya malah meluncurkan iPad untuk melawan netbook. Dan sukses.

"Mana yang Anda pilih? Menjual gula tebu setiap hari atau Anda ingin mengubah dunia?" begitulah Jobs menantang anak buahnya untuk menggunakan otak kanan, otak kreativitas, sampai sundul ke langit.
Kata dia lagi, "Kualitas JAUH LEBIH berharga ketimbang kuantitas." Dia menganalogikan dengan pertandingan baseball, "Mencetak home run sekali jauh lebih bernilai ketimbang maju dua titik."
Orang akan mengira Jobs cuma pedagang atau pemburu uang. Tidak. Dalam salah satu wawancaranya, dia mengatakan, "Saya TIDAK PERNAH melakukan ini semua karena uang." Dia ingin memenuhi rasa dahaga akan kreativitas yang tak pernah henti.

Akhirnya, zaman jua yang menghentikan semua impian Steve Jobs. Maret 2011, tim dokter yang merawat Jobs memvonis pendiri Apple Inc itu umurnya tinggal enam minggu. Ramalan itu agak meleset. Jobs meninggal tujuh bulan kemudian. "Dunia kehilangan orang yang visioner," kata Presiden Amerika Serikat Barack Obama.(iTempo 8/9)
Selengkapnya »»  

Jumat, 07 Oktober 2011

Mengapa Ayu Tingting Cepat Melesat?

Ayu Tingting mencuat namanya setelah melantunkan lagu Alamat Palsu ciptaan Dadan Ind. Padahal bila kita melihat prestasi gadis lajang ini sebelumnya memang sudah pernah membuat album, tetapi tidak sedahsyat Alamat Palsu. Mengapa?

Dari sudut pandang saya, hal ini lebih daripada momen yang tepat buat Ayu Tingting yang telah lama malang melintang di dunia entertain sebuah TV swasta. Nama Ayu Tingting merupakan brand "nama" yang begitu dahsyat membawa keingintahuan khalayak terhadap sosok Ayu Tingting (AT). Kalaupun bukan seorang selebriti, nama itu sangat komersial dan meimiliki diferesnsiasi yang begitu nayata.

Dengan modal usia yang baru menginjak 2 tahun melewati tanda-tanda remaja bagi seorang gadis AT muncul pada saat yang begitu segar dan fresh seperti juga wajahnya yang selalu tersenyum polos. Dengan prestasi yang dibilang cukup melejit untuk ukuran seorang gadis Depok , tak sulit buat AT untuk menembangkan lagu dengan suara yang manja lagi komersial.
Demikian pula penggarapan musik Alamat Palsu , sepengetahuan saya merupakan campuran musik khas Jawa Barat di intronya, koploan ala Moanata dan dangdut aslinyapun bercampur disitu, sehingga untuk kalangan pecinta lagu dengan "raciakan" semacam ini pasti sangat menyukai (termsk saya juga seh).

Dadan Ind. sebagai pencipta lagunya, begitu mengerti karasteristik AT baik dari sisi psikologi sifat seusianya, dengan membuat syair lagu yang begitu realistis, dan sopan tidak ada kata-kata sastra yang ruwet dan susah dimengerti. Liriknyapun mudah dicerna, sehingga 2 atau 3 kali anda mendengarkannya insyaallah sudah dapat membawkan lagu ini.


Latar belakang keluarga yang begitu sederhana , seperti saat tampil di Hitam Putih semalam, terlihat AT terlahir dari keluarga biasa yang sarat dengan kesederhanaan. Gadis yang telah sukses dengan karier yang diinginkannya ini begitu menyimpan nasehat orangtuanya, disamping dia sendiri punya filosofi bahwa sukses adalah hak saya!

Yang perlu diperhatikan untuk selanjutnya terhadap karier gadis sederhana ini adalah bagaimana sang manager dapat terus menjaga jatidiri AT dalam menunjang karirnya, menjaga konsistensi musik garapan Dadan yang menghibur dan hal lain, Dadan juga begitu peka terhadap keinginan pasar . Selamat Ayu Tingting, semoga kamu tidak menjadi "Bimbi", sebuah lagu Titik Puspa '70s, seorang gadis yang begitu menjadi artis, terlena dan terkubur di alam nista! ***Nangkris
Biodata Foto Ayu Ting Ting Alamat Palsu
  • Nama : Ayu Tingting
  • Tempat/tgl lahir : Depok, 20 Juni 1992
  • Profesi : Penyanyi dangdut, presenter, model
  • Tinggi badan : 160 cm
  • Berat badan : 45 kg
  • Prestasi : Bintang sari ayu 2006, Putri Depok 2006, Mojang Depok, Presenter Kuis (ANTV), Album Dangdut (Geol Ajep2)
  • Album : Dangdut (Rekening Cinta), Goyang Sejati (ANTV), Dangdut Yoo (TPI), Kamera Ria (TVRI), Dangdut Pro (TVRI) Foto Ayu Ting Ting Alamat Palsu
Text Lagu : Alamat Palsu...ayo nyayikan!

KEMANA KEMANA KEMANA
KUHARUS MENCARI KEMANA
KEKASIH TERCINTA TAK TAHU RIMBANYA
LAMA TAK DATANG KE RUMAH
**
DIMANA DIMANA DIMANA
TINGGALNYA SEKARANG
DIMANA
KESANA KEMARI MEMBAWA ALAMAT
NAMUN YANG KUTEMUI BUKAN DIRINYA
SAYANG YANG KUTERIMA ALAMAT PALSU
KU TANYA SAMA TEMAN-TEMAN SEMUA
TETAPI MEREKA BILANG TIDAK TAHU
SAYANG MUNGKIN DIRIKU SUDAH TERTIPU
MEMBUAT AKU FRUSTASI DIBUATNYA
BACK TO **
BACK TO *
Selengkapnya »»  

Amendemen UUD 1945 Dinilai Lemahkan Pemerintah



BANDUNG -- Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan mengatakan perubahan konstitusi justru membuat pemerintah lemah. "Suatu anomali. UUD 1945 menghendaki pemerintahan yang kuat, tapi yang terjadi sebaliknya," katanya dalam pidatonya di Bale Rumawat, kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, kemarin.

Pidato ini disampaikan dalam perpisahannya sebagai guru besar tetap Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Acara itu juga dihadiri oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md., mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja, para anggota Dewan Pers, serta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.


Menurut Bagir, ada tiga sumber kelemahan pemerintah akibat dilakukannya empat kali amendemen. Pertama, sejumlah materi hasil amendemen tak sesuai dengan konsep Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyebutkan, antara lain, hak interpelasi. Hak meminta penjelasan presiden ini lazim dilakukan pada sistem parlementer untuk merongrong pemerintah. "Sebagai suatu pranata, interpelasi dapat menjadi jalan menuju impeachment (pemakzulan)."

Contoh lain, dalam sistem presidensial dengan pemilihan presiden oleh rakyat, pertanggungjawaban presiden kepada pemilih, bukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam soal pelanggaran hukum, presiden pun harus bertanggung jawab kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Penyimpangan yang lain adalah kontrol DPR terhadap kebijakan presiden lewat penetapan anggaran negara dan pembentukan undang-undang.


Kelemahan kedua terkait dengan undang-undang. Bagir menjelaskan, mengenai aturan kepastian dan pemilihan umum membuat banyak partai di DPR sehingga tak ada pemenang mutlak. Akibatnya, presiden sampai bupati membutuhkan dukungan banyak partai. Sistem ini dinilai membuat pekerjaan pemerintah tak efektif dan efisien. "Apalagi kompromi bukan untuk kepentingan rakyat, tapi untuk kepentingan partai atau kekuatan yang didukung partai," ujarnya.

Menurut Bagir, dukungan demokratis mayoritas kepada pemerintah hanya bisa tercapai dalam sistem kepartaian sederhana, bukan multipartai. Sistem banyak partai ini sangat mempengaruhi cara presiden bertindak dan mengambil keputusan. "Presiden acap kali lamban, pemerintahan kurang efektif dan efisien."


Adapun kelemahan ketiga, anggota kabinet tak sama visinya dengan presiden. Padahal kabinet presidensial adalah kabinet ahli (zaken) yang diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan sama visinya dengan presiden. 

Namun kabinet diisi oleh partai-partai koalisi. Bagir pun mengajak seluruh rakyat melaksanakan demokrasi sosial serta menolak segala bentuk liberalisme dan individualisme. "Kecenderungan liberalisme dan orientasi pasar melanggar konstitusi."

Wakil Ketua Komisi Politik DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ganjar Pranowo, tak sependapat dengan Bagir. "Bagir Manan harus melihat sejarahnya. Pemerintah dulu kuat, tapi power-nya absolut," katanya. Menurut dia, amendemen dilakukan atas desakan reformasi sehingga presiden dipilih langsung oleh rakyat. Ganjar pun menampik pernyataan pemerintahan lamban karena sistem. "Memang presidennya yang lamban," ucapnya. l ANWAR S | RINA W | JOBPIE S
(korantempo, 7/9) 
Selengkapnya »»  

Kamis, 06 Oktober 2011

PKS Ancam Presiden



JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengancam akan mempersoalkan kontrak politik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bila menteri dari partainya digusur dalam perombakan kabinet yang direncanakan Presiden bulan ini.

"Kalau ada reshuffle menyangkut PKS, saya akan buka itu," kata Anis setelah menghadiri peringatan hari ulang tahun TNI ke-66 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Menurut Anis, kontrak khusus PKS dengan Yudhoyono itu menyangkut �bagi-bagi kekuasaan� alias power sharing. "Kami punya kontak tersendiri dengan beliau (Presiden). Partai-partai lain tidak punya."
Sebagai salah satu partai koalisi pendukung Yudhoyono, PKS mendapat jatah 4 kursi dari 34 menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, serta Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata.

Karena ada jaminan dalam kontrak khusus itu, Anis meyakini jatah menteri untuk PKS tidak bakal berkurang. Keyakinan itu, kata Anis, didasari fakta bahwa Yudhoyono belum mengajak petinggi PKS membahas rencana reshuffle. "Sepanjang tidak ada pembicaraan bilateral, saya anggap PKS tidak punya masalah," ujar Anis.
Presiden Yudhoyono sebelumnya mengatakan akan merombak kabinetnya sebelum 20 Oktober nanti, ketika usia Kabinet Indonesia Bersatu II memasuki tahun ketiga. Presiden mengaku hanya akan membahas reshuffle dengan Wakil Presiden Boediono pada saat yang ia anggap tepat.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan menyangkal keberadaan kontrak khusus PKS dengan Presiden. Menurut dia, PKS tidak lebih istimewa dibanding partai koalisi mana pun. "Apa lebih eksklusifnya PKS ketimbang Demokrat?" kata Ramadhan kemarin.

Menurut Ramadhan, ancaman PKS untuk mempermasalahkan reshuffle sama sekali tidak relevan. Soalnya, tak ada satu pun partai yang memiliki hak khusus soal penempatan menteri, apalagi sampai menekan presiden. "Kayak disorientasi saja, pakai ngancam-ngancam," kata Ramadhan. "Mereka seperti tak mengerti konstitusi."

Sebagai penyokong utama koalisi, Partai Demokrat tidak akan mempermasalahkan bila ada menteri mereka yang terjungkal dalam reshuffle. "Mestinya PKS juga bisa tuluslah," ujar Ramadhan.
Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, juga mengatakan, dalam merombak susunan kabinetnya, Presiden tidak akan terkekang oleh kontrak politik dengan partai koalisi. "Menurut undang-undang, Presiden yang mengangkat dan memberhentikan menteri. Itu hak prerogatif," kata Julian di Istana Negara kemarin.FEBRIYAN | EKO ARI WIBOWO
Selengkapnya »»  

Selasa, 04 Oktober 2011

Tinggalkan Popok, Belajarlah ke Toilet

Monday, 03 October 2011


Dewi, 37 tahun, masih ingat beberapa tahun lalu saat putrinya, Danis, mulai belajar menggunakan toilet sendiri. Ia bangun tengah malam menggendong putrinya buang air kecil di toilet. "Memang jadinya tidur malam saya sempat agak terganggu. Tapi, ya, pengorbanan namanya mau melatih anak untuk bisa pipis ke toilet," kata Dewi. 

Popok atau diaper kini lazim digunakan para orang tua. Namun ternyata kenyamanan memakai pokok membuat anak malas belajar pipis. Walaupun begitu, kita tak bisa menyalahkan keberadaannya sebagai salah satu penemuan serta bentuk kemajuan teknologi agar memberi kenyamanan para ibu dan bayi yang berusia kurang dari 1 tahun. 

Aktris Melanie Putria salah satunya. Ia mengaku memetik keuntungan dengan adanya popok bayi bagi putra pertamanya, Sheemar, 8 bulan. "Sebagai ibu, saya selalu ingin memberi yang terbaik, jadi banyak cari diaper yang paling bagus," katanya. Kini tak hanya memetik keuntungan buat sang anak, keuntungan lainnya, Melanie menjadi duta sebuah produk popok bayi--produk baru diaper ekstra-kering dengan lapisan bergaris. 

Soal popok, menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rinawati Rohsiswatmo, sebaiknya orang tua teliti saat memilih diaper untuk anaknya. Selain itu, peduli mengajari anak menggunakan toilet saat sudah siap. Setelah lahir, menurut ahli anak spesialis neonatalogi dan konsultan perinatalogi itu, ketebalan kulit bayi hanya sepertiga dari kulit manusia dewasa. Lalu ketebalan kulit bayi ini akan meningkat bertahap, terutama pada daerah alat kelamin, pantat, dan paha dalam. "Karenanya harus lebih berhati-hati memilih diaper untuk anak agar tidak mudah iritasi," ujarnya. 

Selama bisa menjaga kebersihan popok, menurut dokter Rina, orang tua tak perlu khawatir efek negatifnya. "Kalau dibilang diaper itu membuat kaki bayi jadi berbentuk 'O', itu cuma mitos," katanya. Sebenarnya bentuk kaki bayi yang melengkung itu normal. "Coba ingat bagaimana bentuk tubuh bayi di dalam kandungan, kaki dan tangannya tidak lurus," ia menambahkan. 

Wajarlah jika postur bayi akan tetap melengkung, baik tangan maupun kakinya, hingga berusia 18 bulan. Sejak usia 18 bulan hingga 4 tahun, perlahan-lahan postur tubuh anak akan menjadi lurus layaknya manusia dewasa, seiring dengan pertumbuhannya. "Tentunya kecuali pada beberapa kasus, di mana anak mengalami kelainan tulang," kata dokter Rina. 

Selain memastikan menggunakan popok yang terjaga kekeringannya, orang tua harus memahami kapan saatnya anak mulai disapih dari penggunaan diaper dan mulai belajar menggunakan toilet. "Latihan menggunakan toilet pada balita tergantung kondisi masing-masing anak. Biasanya bisa dimulai saat anak berusia 6 bulan hingga 1-2 tahun," ujar dia. 

Intinya, menurut dokter Rina, ketika anak sudah bisa diajak komunikasi, bisa berbicara. "Tak ada masalah ketika anak masih belum lancar mengungkapkan apa yang diinginkannya asalkan orang tua dan anak tahu bahwa anak ingin belajar menggunakan toilet sendiri," katanya. Pada usia 2 tahun, klep di anus biasanya sudah berkembang sempurna, sehingga anak semestinya sudah bisa dilatih menggunakan toilet dan siap disapih menggunakan popok. l UTAMI WIDOWATI



Kapan Anak Mulai Siap
Secara umum anak mulai siap berlatih menggunakan toilet saat berusia 18-14 bulan. Namun ada kalanya anak masih betah menggunakan popok atau diaper hingga berusia 2-3 tahun. Orang tua bisa melihat kecenderungan anak untuk mulai belajar menggunakan toilet saat anak menunjukkan sikap:

1. Kelihatan mulai tak betah dengan diaper yang basah atau kotor dan menunjukkan tau membicarakan ketidaknyamanannya.

2. Kelihatan tertarik menggunakan toilet.

3. Mulai mengatakan ingin menggunakan toilet sendiri.

4. Memahami dan bisa mengikuti arahan sederhana instruksi untuk menggunakan toilet.

5. Bisa tetap kering dan tak mengotori popoknya dalam waktu dua jam atau lebih lama dalam satu hari.

6. Terbangun dari tidur siang saat popoknya basah.

7. Bisa melepas diaper atau celananya dan memakainya kembali sendiri. l FAMILYDOCTOR | UTAMI

Selengkapnya »»  

Kamis, 29 September 2011

3 Menit 1 Penjual

Komplek perumahan merupakan sebuah "pasar" bagi pedagang keliling. Apalagi perumahan tersebut dihuni oleh sebyah komunitas profesi yang heterogin, ini merupakan pasar yang menjanjikan bagi pedagang keliling. Karena sebuah komplek maka kebutuhan komunitas perumahan dengan berbagai profesi ini, kebutuhannyapun menjadi komplek juga.

Pagi sudah jelas hampir seluruh penghuni perumahan ini memerlukan sarapan. Tentunya hal sangat praktis bila ada penjaja sayur atau lijo yang menjajakan dagannya. Meski ada beberapa penghuni perumahan ada yang lebih memilih jalan-jalan dan mencari penjual sayur (walk in). Namun sejak matahari sudah menggambar langit dengan warna kejinggaan, saat itu pula sudah mulai bergantian lewat hampir di seluruh gang jalan perumahan bergantian berbagai pedagang melintasiya.

Mulai pedagang roti dari brand a samapi z, pedagang ayam bubur dengan orang yang berbeda. Belum lagi penjual tempe dan tahu yang juga ikut meramaiakan persaingan dalam pasar komplek ini. Ada juga lewat penjaja onde-onde, krupuk dari berbagai bentu dan beda penjual. Semua pedagang itu ikut dalam kompetisi yang tidak ada regulasinya. Asal saja punya produk, alat transportasi dan keinginan keras untuk mendapatkan hasil dari pasar ini.

Jam 6 pagi merupakan trafik yang tinggi untuk para penajaja berbagai produk di perumahan kami. Sehingga tanpa disadari hari Kamis ini (29/9), selama 10 menit, saya mencoba mengamati seberapa banyak pedagang yang lewat, khususnya di depan jalan rumah saya. Meski dengan hitungan statistik yang ngawur, tetapi setidaknya ini merupakan ukuran yang dapat digunakan sebagai bahan awal sebuah standarisasi trafik penjaja produk keliling di sebuah perumahan. Dan hasil ini tidaklah akan sama antara gang yang satu dengan yang lain dalam sebuah komplek perumahan, apalagi perumahan yang berbeda.

Pengamatan saya hanya berinterval 10 menit saja. Saya amati dalam 10 menit ternyata ada 3 penjaja keliling yang melintas di depan rumah saya. Ini berarti dalam 3 menin ada 1 penjual yang melintas. Dalam interval waktu yang berbeda atau agak siang sedikit melewati batas waktu "penelitian" saya itu lain lagi tentunya. Trafik itu semakin rendah. Mungkin saja hal yang sama juga terjadi pada jam amakan malam. Bedanya pedagang keliling itu lebih banyak penjual makanan, mulai nasi goreng keliling sampai penjual tahu tek.

Karena hal ini lebih dari pada sebuah kebutuhan (need) daripada keinginan (want), maka rata-rata penghuni komplek banyak yang melakukan transaksi, ini sebuah peluang yang menjajikan bagi pedagang keliling di perumahan. 

Kesimpulan sederhana yang saya dapatkan adalah, bahwa penjual harus melakukan terobosan dalam menjajakan produknya. Terkadang masing-masing mereka juga mempunya deferensiasi dalam menarik pembeli agar keluar dan menengok dengan bunyia2an, entah klakson motornya, entah dengan suara-suara merayu dan sebagainya.Pokoknya tanpa disadari konsep PDB (positioning, deferensiasi dan brand) ala Hermawan Kertajaya , mereka lakukan...
Hal lain, ternyata apa saja bisa kita lakukan dalam dunia pemasaran ini. Dalam hal tertentu, pangsa pasar begitu masih sangat terbuka, keterkitan waktu, kebutuhan dan keinginan dari calon pembeli memang harus diperhatikan.Saya rasa tidaklah mungkin seorang penjual es batu menawarkan dagangannya saat menjelang malam, atau penjual ronde (angsle) menjajakan dagangannya pada siang hari bolong. Kira-kira begitu. Masalahnya tidak setiap pedagang bisa melakukan itu, mungkin karena malas menghadapi persaingan.***Nangkris
Selengkapnya »»  

Selasa, 27 September 2011

"Gembok" Yang Senantiasa Terbuka


Ketika kita membeli 1 unit gembok tentulah berharap dapat memberikan keamanan kepada ruang,rumah atau lahan lain yang perlu diamankan. Tak seorangpun dapat mengganggu , tak seorangpun dapat bisa masuk tanpa memegang kunci gemboknya. Mungkin tidak juga Anda, bila tidak memegang kuncinya! Bisa dikatakan bahwa ruang yang kita amankan itu adalah sebuah privasi. Sebuah ruang yang tak seorangpun bisa masuk, kecuali sudah dapat akses dari kita selaku pemegang kuncinya.

Nah ketika kita berada dalam sebuah batas antara ruang atau area "dalam" yang kita amankan dan sisi luar yang setiap orang bisa keluar masuk, adalah merupakan sebuah pilihan. Apakah ruang atau area yang kita amankan juga bebas diberlakukan untuk orang orang lain? itu sepenuhnya pilihan Anda! tinggal menanggalakan saja gembok berikut kuncinya.

Demikianpula bila hal itu berhubungan dengan jati diri. Apakah Anda akan betah dalam area yang terkunci dengan segala aturannya bila ada peluang atau melangkah ke alam bebas sesuai jati diri Anda yang sebenarnya. Itulah sebuha pilihan! Tidak satupun orang bisa melarang tentang pilihan hidup Anda, selama dapat mempertanggungjawabkan pilihan itu. Banyak orang, tokoh dan lainnya yang telah memutuskan untuk melepaskan "gembok" yang menurut mereka justru menghalangi jalan hidupnya atau karirnya


Kita ingat Nomo Koeswoyo yang saat itu tergabung dalam Koes Bersaudara? Dia lebih memilih sebagai pengusaha dan lari dari gembokan keluarga Koeswoyo.
Ustad Jefry atau Uje telah memilih menjadi sebagai Ustad ketimbang penyanyi

Dorce Gamalama, dia lebih memilih menjadi seorang wanita daripada hidup sebagai laki-laki yang "tergembok" dan tidak dapat menunnjukkan jatidirinya sebagai lelaki!
Dan yang lagi hangat dibicarakan saat ini adalah Briptu Norman Kamaru, yang dengan tenang menentukan pilihannya di kesatuan Brigade Mobil suatu pasukan elitnya Polisi yang penuh tantangan dalam membela negara yang mungkin saja menurut Norman merupakan ruang yang tergembok dari keinginan jati dirinya menjadi seorang artis, dengan memilih menjadi sosok entertaint. Silahkanlah, atasan, teman atau masyarakat menyayangkan pilihan Norman Kamaru, karena Normanlah yang mungkin lebih tahu atas pilihannya itu.

Bila saja gembok itu masih saja Anda rasakan juga "menggembok" jati diri Anda cobalah untuk memilih dengan bijaksana. Karena berada didalam ruang yang tergembok dengan di alam lainnya adalah sama. Kita tengah menjalankah ibadah! dengan segala variasinya. Dua-duanya ada resiko, ada tanggungjawab, ada kebahagiaan? dan mungkin juga kesengsaraan! Selamat memilih!***Nangkris (27 September 2011)

Selengkapnya »»  
Terimakasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat