NKN NEWS STICKER

Akibat imbas debu vulkanik gunung Kelud, di Mojokerto kini langka masker. Bahkan dibeberapa apotik dan swalayan juga habis

Selasa, 30 Agustus 2011

Perihnya Merasakan PHK


Pagi ini saya pertama masuk kerja sebagai penyiar sebuah radio swasta nasional. Tidak terbayang saya akan menang dalam kompetisi untuk menjadi penyiar menyisihkan 3 pesaing. Meski saat menghitung-hitung probabilitas saya yakin akan mengalahkan mereka. Saya selalu menyapa para pendengan, terutama yang sudah di list oleh programer untuk orang-orang tertentu mesti selalu disapa melalui udara. Mereka layak untuk selalu disapa dan dihadiahi lagu ukhusus, karena mereka merupakan pendengar yang selalu memborong kupon pilihan pendengar yang otomatis berkontribusi dalam pendapatan perusahaan broadcasting ini.

Saya membawakan acara Pesona Pagi, menyapa pendengar yang siap berangkat kerja dan siswa yang juga akan bernagkat sekolah. Operator telah menata musik yang akan diputar selama kurun waktu 1 jam kedepan dipotong iklan. Lagu demi lagu saya putar hingga tak terasa siaran relay harus disiapakan dari RRI Jakarta guna mengikuti warta berita jam 07.00 WIB. Tetapi sayang , sebagai penyiar baru saya sempat dimarahi langsung pak Direktur

" Kamu koq masih panggung sandiwara , ini saatnya warta berita" kata boss saya itu.

Maklum lagu terkahir yang saya putar adalah Panggung Sandiwaranya God Bless yang dibawakan Achamd Albar...ya pengalaman pertama dimarahi boss...

Tak ada perjanjian akad khusus  pengusaha dan saya selaku tenaga kerja saat itu. Ya otomatis tidak ada peraturan tentang hak saya dan kewajiban saya, semua mengalir begitu saja. Saya menyiarkan acara Pesona Pagi, dan membantu administrasi di kantor.  Gajinyapun juga tidak standar, tidak amsalah menurut saya, karena saya sudah bisa menyalurkan hobbi koleksi kaset , karena saat itu belum ada CD kale...yang ada adalah long play (LP) alias piringan hitam...,salam-salaman dan kontak-kontakan saat di SMA dulu.Apalagi saya sempat frustasi karena gagal kuliah di fakultas pertanian universitas swasta di Malang. Saya gagal masuk universitas negeri dengan jurusan yang sama , sehingga perkuliahan saya terseok-seok. Sempat menganggur 10 bulan sebelum nekad jadi penyiar radio ini.

Suatu waktu ada kakak kelas SMAku yang telah bekerja di sebuah perusahaan umum bidang telekomunikasi menghubungi saya di kantor. Ada lowongan. Terpanggil untuk mendapatkan status yang pasti seperti teman saya yang sudah bekerja, saya coba mendaftar. Namun tentunya saya harus minta ijin ke Direktur Perusahaan Radio Swasta Niaga ini, tidak tanggung-tanggung, saya minta ijin 3 hari.Karena testnya nanti akan dialkaukan secara bertahap kata teman saya. Saya menulis surat ijin lagi 3 hari.Namun apa hendak dikata , ijin saya molor hingga 7 hari kerja. Rupanya ketidak hadiran saya membuat radio ini menjadi kolong koming alias nyaris berantakan, karena banyak penggemar saya selalu menanyakan kehadiran saya (ceileh..)

Naas...bulan ke 3 masa kerja saya , berakhir pada secarik kertas yang berperihal : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Saat itu saya belum tahu tentang aturan ketenagakerjaan , seperti akhirnya tdimuat secara tersurat dalam UU no 13 tahun 2003, pasat 1 ayat 15 yang disebutkan :hubungan kerja adalah hubungan hukum yang timbul antara pekerjadan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai ciri-ciri adanya upah, adanya perintah dan adanya pekerjaan. Terlalu berat bagi saya untuk mengerti hal semacam itu. Apalah itu aturan , yang penting saat dalam kegundahan itu saya bisa menghibur diri dengan bercuap cuap di depan mic.Saya dapat pesangon yang tak tahu dasar besarannya berapa, tapi lumayan untuk biaya transport selama mengikuti test itu.

Ada hal menarik dan hikmah mendalam dalam perjalanan ini. Saya semakin mendekatkan diri pada Allah. Agar kegamangan saya setelah di PHK dapat terobati dengan diterimanya saya di perusahaan umum ini (sekarang menjadi sebuah BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi). 5 orang mengikuti test, dalam tahapan seleksi secara berangsurangsur rekan-rekan saya tereleminasi, hingga tinga kami berdua untuk mengikuti test akhir "kesehatan".Rupanya Allah mendengan doa saya, saya satu-satunya yang lolos dalam tes terakhir. 

Namun saya sangat merasakan saat menunggu pengumuman, uang sudah tidak punya karena dari radio saya sudah tidak mendapat gaji. Mana bertepatan dengan hari raya, punya pacar cantik tetapi dompet "gelondangan"...bayangkan saja. Biasanya kami berdua sepulang dia sekolah  selalu mentraktir baso atau rujak manis. Karena proses penyaringan tes ini begitu panjang , sehingga semua kebimbangan antara takut kehilangan pacar, kehilangan kepercayaan teman2 saya dan yang paling saya galaukan justu kehilangan "masa depan"!

Ya , setidaknya saya sudah merasakan betapa PHK merupakan kata-kata yang tidak berpihak pada perikemanusiaan menurut saya saat itu. Saya tidak dapat mengumpat siapa-siapa, karena saat itu saya belum megerti perangkat perundang-undangan yang ada. Untuk saya tidak larut dengan keemosialan hingga sampai berniat anarkis kepada perusahaan radio, meski saat itu kadang timbul sikap anak muda saya untuk berbuat itu. Yang selalu saya ingat adalah pesan Ibu"Sekali kamu berbuat nekad (anarkis) , itu menghadang masa depanmu" begitu Ibu saya.

Alhadulillah saya sudah mendapat "pegangan hidup" sebagai karyawan. Namun saya terus mencoba belajar dan belajar untuk mengetahu minimal apa sebenarnya hubungan karyawan dan perusahaannya. Ada aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban masing-masing yang kadang relatif berbeda kepentingan. PHK akan menjadi kalimat kasar bagi tenaga kerja dan dapat menyengsarakan.Makanya saya sependapat dengan pemerintah bila berharap jangan sampai terjadi PHK***Nangkris.
Selengkapnya »»  

Senin, 29 Agustus 2011

Lain Pasar Tradisional, Lain Pula Mall

Pemandangan gedung-gedung bertingkat yang dihuni para tenan bermodal besar merupakan pemandangan khas kota besar, tak kecuali Surabaya. Beranjak dari lantai ke lantai, mencari kebutuhan, ternyata tak semudah yang kita bayangkan saat kita berbelanja di toko-toko biasa. Lebih banyak pilihan, lebih menguras tenaga karena harus berekplorasi mencari barang yang kita sasar dan jelas lebih banyak menguras kantong!

Para konsumen dibius hiruk pikuk harga yang "dibanting", karena yakin barang yang ada di mall besar ini jelas berkualitas. Ada seperangkat kitchenset membuat mata saya tergoda, lengkap dengan aksesoris cangkir bermotif Tiongkok antik dan sedikit unik, ya kami hanya cukup memandangi saja meski ingin memiliki.

Melangkah lagi, ada SPG yang menawarkan kursi terapi kesehatan, apaboleh buat kami mencoba dengan setting timer pada angka 15 menit, lumayan. Merk yang dibawa dari negeri tirai bambu itu dipatok dengan harga 17 juta, bila diangsur dengan kartu kredit bank tertentu dibayar tanpa bunga! 

Lagi, mengantar My Son 2 ke "bedak" sepatu. Watchout, Kickers..jilihan saya patuhnya merk Pakalolo casual, yach karena suka model dan harganya berada pada setrata "medium" lagian toh fungsinya sama?, kualitasnya juga lumayan, si My Son 2 gak jadi beli karena lebih terarik pada T shirt saja.


Itulah bedanya, berbondong-bondong ke mall memnag harus perlu persiapan fisik dan mental. Kuat berjalan-jalan dari counter ke counter dan tak kalah paling pentingnya yaitu siap "kocek". Tetapi pengaruh ini telah merasuk kepada masyarakat yang selama ini sangat mengagungkan jasa penjahit konvensional. Seminggu sebelumnya sudah siap dengan kain lakaran yang kemudian dijahitkan baik baju dan celana. Proses ini memang relatif terjangkau. Namun semua telah terpengaruh pergeseran ini, meski masih ada karena suatu alasan tetap menggunakan jasa penjahit.



Tidak masalah, asal semua itu dialkukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan, tidak dilebih-lebihkan dan diada adakan (ach bahasa apa pula ini?) Janganlah melihat kaum perlente yang belanjanya tidak harus menunggu hari raya atau hari hari tertentu yang belanjanya juga tidak di dalam negeri, minimal Sinagpore dan negara mode lainnya. Namun semua itu akhirnya kembali ke hati, belanja di pasar tradisional, mall dan luar negeri terpulang dari kepuasan yang ada dalam hati, karena kebahagiaan itu sejatinya ada di situ!***Nangkris
Selengkapnya »»  

Minggu, 28 Agustus 2011

Menelusuri Mojokerto Hari Raya 1432 H, H-1



Saat ini Minggu, (28/8) yang berarti hari raya idul fitri kurang 1 hari lagi, hamper setiap sudut kota di Mojokerto ini tak luput dari keramaian. Baik di pasar , jalan utama di bilangan Mojopahit, terlihat  kendaraan tumpah ruwah. Daerah Kabupaten Mojokerto ini berpenduduk 1.097.409 orang, yang terbagi di 18 kecamaatan.

 

Konon jumlah kendaraan roda 2 di Mojokerto ini menduduki ranking pertama Nasional dari sisi jumlah kendaraan. Suatu hal yang sangat menarik. Hal ini tercermin dari peningkatan Produk Domistik Regional  Bruto (PDRB) terus meningkat sejak 4 tahun terakhir hingga  2009  mencapai 12 juta rupiah. Meski laju perkembangan kotanya masih lambat disbanding kota yang berdekatan dengan Surabaya, Sidoarjo, namun Mojokerto merupakan kota hunian yang relative cukup aman dan tentram. 

  


Menjelang idul fitri 1432 H tahun ini saya mencoba menelusuri jalan di sepangjang jalan Mojopahit yang merupakan jantung kota, dan di sudut-sudut pasar merupakan pemandagan yang menarik. Roda perekonomian begitu Nampak berjalan sesuai relnya. Bayangkan saja berapa uang beredar pada saat-saat seperti ini. Tetapi apabila kita cermati dalam transaksi jual beli ini bagaimanapun kaum “sipit” masih lebih beruntung. Terang saja omzet penjualan menjadi meningkat, karena untuk menarik itu para thaoke itu menurunkan harga jual barangnya, padahal sebenarnya thaoke-thaoke itu hanya meminimalkan labanya saja. Pinternya!





Di pasar Tanjung, pusat pasar di kabupaten Mojokerto saja, waduh! Macet total. Saya sengaja mengantar isteri saya dengan hanya membawa otor dan mencangklong kamera , sengaja, siapa tahu ada moment menarik untuk dimuat. Persimpangan jalan setapak yang hari-hari biasa dialalui kendaraan roda 4 , pagi tadi (28/8) , masyaallah , macet , mana ada yang tak sadar juga dengan membunyikan klakson. “Sabar mas, kalau jalan depan lancear, kita-kita ini juga terus jalan koq” tegur saya pada pemuda di belakang saya yang klakson2an terus.

Kios daging, penjual ayam potong di bedak bedak merupakan pemandangan yang cukup seru. Cetak cetok bunyi pisau memotong bagian tiap bagian ayam terdengar membahagiakan buat mereka. Allah memberikan bagian yang lebih dan beda dari hari-hari biasa. Sementara saya juga melihat , pengangkut samapah dengan gledekan ala kadarnya juga tidak seperti biasanya yang dia angkut. Sampah-sampah juga berjibun sebagai dampak hari besar umat Islam ini. Dan saya sangat menyakini, bahwa upah pengnangkut sampah inipun juga lebih dari hari biasa, ya minimal setiap bedak akan memberikan insentif…?

Bawaan belanja begitu banyak yang saya cantelkan di motor. Isteri masih perlu membeli kertas untuk nasi kotak dan plastic. Karena sebentar saja saya memang parkirkan motor seenaknya dibarisan motor laiinya, saya pergunakan waktu menunggu isteri saya untuk mengambil gambar-gambar ini. Waduk, tukang parkirnya marah “Pak tolong diparkir yang betul” katanya. Menyadari bulan puasa saya cuman “melawan” dengan kata-kata “Mas koq saya saja yang sampeyan tegur? Yang lain depan saya banyak tuh?” si tukang parkir ngacir ! dikira wartawan kale saya ya?



Ya itulah semnagat warga Mojokerto dalam menyongsong datangnya idul fitri nanti. Memang benar “telasan’ kata orang Madura, telas temen!, lebaran ya memang lebar bener. Setahun sekali, apapun harus dilakukan, meski himpitan ekonomi saat ini seperti ini, namun semangat warga ini meang luar biasa. Allah telah mengatur rejeki masing-masing. Sebuah mata rantai yang saling memebrikan keuntungan satu sam lainnya.

Ok, selamat merayaka Idul Fitri 1432 H, semoga rejeki ini terus dilimpahkanNya kepada kita semua. Jangan lupa bagikan rejeki itu kepada yang berhak, seberapapun nilainya. Semoga tetap semangat dan terus dapat merayakan hari raya ini pada tahun-tahun berikutnya***Nangkris.
Selengkapnya »»  

Jumat, 26 Agustus 2011

Groovia TV




GROOVIA TV MERUPAKAN INTERNET PROTOCOL TELEVISION YANG MEMPUNYAI BERBAGAI FITUR INTERAKTIF YANG BELUM PERNAH TERSEDIA SEBELUMNYA DALAM PLATFORM TELEVISI BERBAYAR MANAPUN DI INDONESIA. GROOVIA TV BUKAN SEKEDAR KONTEN TELEVISI YANG DIDISTRIBUSIKAN LEWAT INTERNET, TETAPI MERUPAKAN SINERGI ANTAR KEMAMPUAN INTERAKTIF INTERNET DAN WEB, DENGAN KEKUATAN MEDIA TELEVISI YANG DISALURKAN DI ATAS JARINGAN BROADBAND. PRODUK INI MERUPAKAN UPAYA  (TELKOM) MEMPERKUAT PORTOFOLIO BISNIS MEDIA & EDUTAINMENT SEKALIGUS MEREVITALISASI JARINGAN KABEL SEHINGGA MAMPU MEMBERI LAYANAN KONVERGEN DALAM BENTUK SIARAN TELEVISI, VIDEO, AUDIO, TEKS, GRAFIS, DATA DAN TELEPON YANG DISALURKAN KE PELANGGAN MELALUI JARINGAN IP (INTERNET PROTOCOL). GROOVIA TV DIHARAPKAN DAPAT MENYEDIAKAN PRODUK DAN KONTEN YANG BERKUALITAS, STYLISH, MODERN, VARIATIF DAN TERKINI SEHINGGA MENDORONG PENGGUNANYA MENJADI GENERASI POSITIF, DINAMIS, DAN SELALU TERDEPAN. SAAT INI GROOVIA TV BARU DAPAT DINIKMATI DI DAERAH TERTENTU, NAMUN DEMIKIAN INSYA ALLAH SEGERA DAPAT DINIKMATI SECARA NASIONAL. (Sumber: Sambutan Dirut Telkom HUT RI 66)

SELENGKAPNYA HUB. CALL CENTER 147.
Selengkapnya »»  

Kamis, 25 Agustus 2011

Asalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Setiap saat ingin rasanya saya bertatap dengan teman,sahabat dan orang yang pernah saya kenal, untuk sekedar bersalaman untuk memohon maaf. Tanpa menunda waktu yang tak tentu jumlah hari kedepannya. Namun apa daya kita berada dalam jarak waktu, tempat dan kesempatan. 

Maka saatnya, dalam romadhan hari ke 26 ini menjelang datangnya hari Raya Idul Fitri 1432 H sebentar lagi, maka ijinkanlah saya dalam kesempatan ini menyampaiakn ucapan permohonan maaf atas segala alpa yang saya perbuat baik itu disengaja ataupun tidak.

Muda-mudahan pertemanan, persahabatan dan kemitraan ini akan sama-sama membawa hikmah dan juga manfaat bagi saya dan rekan-rekan semua.

Salam Hormat
Nanang Kristyo Nangkris
Selengkapnya »»  

Senin, 22 Agustus 2011

Hidup, Dan Perbanyaklah Gagasan

 Sepasang sandal yang terbuat dari enceng gondok, berawal dari sebuah "gagsan"

Begitu bangga saya melihat rekan sejawat saya dapat menerbitkan karya-karyanya lewat buku, baik berupa cerpen, buku-buku motivasi. Dengan latar belakang yang berbeda mereka dapat menuangkan karya-karyanya yang menurut saya begitu kaya akan gagasan. Entah, bagaimana mereka dapat menuangkan gagasan itu dalam tulisan. Terlebih tulisan yang mengandung unsur motivasi, dimana begitu banyak ide gagasan yang dituangkan dalam tulisannya untuk memberikan ruang kepada pembacanya dalam mengembangkan kepribadian dengan memotivasi diri.

Timbulnya suatu gagasan tak lepas dari tingkat dinamika pemikiran sesorang oleh karena ketidak tahuan, keingintahuan dan mungkin saja karena "kebodohan", maksudnya pengagas merasa terlalu bodoh tentang hal yang kemudian digagasnya. Bahkan tidak mustahil gagasannya itu justru merupakan hal yang memang secara umum dibutuhkan oleh kebanyakan orang.



Coba kita kilas balik, tentang 20 penemuan abad 20 yang mengubah dunia.Sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi diawal abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di abad 20. Sepanjang abad 20, telah terjadi perubahan teknologi yang sulit dibayangkan sebelumnya, terutama teknologi transistor pada tahun 1950-an yang berkembang menjadi prosesor hingga chip-chip super kecil yang terpasang pada berbagai aplikasi canggih. 20 penemuan dimaksud yang diakui telah dapat merubah dunia itu adalah:

  1. Listrik
  2. Elektronika (ie. transistor dan IC)
    Uji Coba Nuklir I (16 Jul 1945)
  3. Robotika (eg. mesin produksi, mesin pertanian)
  4. TV dan Radio
  5. Teknologi Nuklir (ie. E=mc2)
  6. Mesin Transportasi (ie. mobil)
  7. Komputer
  8. Internet
  9. Pesawat Terbang
  10. Telepon dan Seluler
  11. Rekayasa Pertanian dan DNA (termasuk kloning)
  12. Perminyakan
  13. Teknologi Luar Angkasa (ie. satelit dan spacecraft)
  14. AC dan Kulkas
  15. Rekayasa Material (eg. material bangunan dan kerangka mesin)
  16. Teknologi Kesehatan (eg. laser, IR, USG)
  17. Fiber Optic
  18. Fotografi (eg. kamera, video)
  19. Teknologi Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga
  20. Moral Movement
Penemuan-penemuan tersebut dalam katagori yang berbeda dan memiliki nilai science yang tinggi. Meski awalnya penemuan besar ini hanya merupakan ide dan gagasan kecil bahkan berangkat dari sebuah kekonyolan bahkan dianggap "ketidakmungkinan", namun realitanya saat ini menjadi hal yang begitu bermanfaat bagi manusia di bumi ini.

Dalam kontek sebuah gagasan, sebenarnya bukan nilai besar dan kecilnya sscience sebuah gagasan harus ditampilkan agar orang lain mendapat manfaatnya tetapi ide dan pemikiran awal yang merupakan titik awal timbulnya otak untuk dapat menyuguhkan gagasan kita. Manakala sesorang mendapatkan sebuah ide , seharusnya sudah dapat merespon dan menuangkannya dalam sebuah realita. Namun tidak semua orang dapat melakukannya, oleh karena berbagai keterbatasan.

Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai “mental walls which block the problem solver from correctly perceiving a problem or conceiving its solution,” yaitu dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah.Kehilangan kepercayaan diri dianggap pemicu utama. Maka betapa cemerlangnya seorang yang dapat menuangkan gagasas gagasannya hingga dapat diketahui orang lain bahkan dapat merubahnya.

Dari banyak karakter dan kepribadian hanya gagasanlah yang akan membedakan potensi seseorang. Presiden sebagai kepala negara, dimana kita telah memiliki 6 presiden, namun gagasannya tentulah berbeda. Seorang sutradara film bisa membuat beberapa film namun tentulah berbeda tentang gagasan yang disampaikan. Maka kenapa kalau begitu hidup ini tidak kita isi dengan berbagi gagasan? Karena setiap orang meski belum pernah secara tersurat menuangkan gagasannya pastilah punya gagasan. Anda punya gagasan sekarang? Cobalah sampaikan!***Nangkris

Selengkapnya »»  

Jumat, 19 Agustus 2011

Ketika Suami Memutuskan Jadi Wanita

Jum'at, 19 Agustus 2011, 04:23 WIB
Pipiet Tri Noorastuti 

Wanita ini berbagi kisah tentang perjuangannya menerima sang suami transgender.


Lina (kiri) dan Diane Daniel (kanan) (abc news)
VIVAnews - Diane Daniel seperti tersengat listrik mendengar pengakuan suaminya, Wessel. Di tengah masa indah menikmati pernikahan yang baru berjalan dua bulan, ia harus menerima kenyataan bahwa sang suami ingin menjadi seorang wanita.

Sebagai seorang penulis lepas, Diane mencurahkan kisah hidupnya melalui artikel berjudul 'Goodbye Husband, Hello Wife' yang dipublikasikan di Boston Globe. Ia bercerita tentang perjuangannya menerima sang suami sebagai seorang transgender.

Penggalan kisah yang terjadi tahun 2004 silam itu membuat Diane menangis setiap hari. Itu juga membuatnya bertanya-tanya tentang rahasia lain yang mungkin masih disembunyikan suaminya. "Saya stress secara fisik dan emosi (kala itu)," tulis Diane.

Perjuangan semakin berat ketika sang suami yang kini berusia 47 tahun memutuskan berganti nama menjadi Lina. Lewat artikelnya, Diane menyebut pernikahannya sebagai sebuah proses panjang yang menyakitkan, di mana kebanyakan pasangan tidak mampu bertahan.

Sementara Lina merasa bahwa lega telah membuka rahasia besar hidupnya di hadapan sang istri. “Saya akhirnya membuat sebuah keputusan dan bebas dari beban berat,” ujar Lina dalam wawancara dengan ABC News.

Lina yang bekerja di salah satu perusahaan analisis medis ini berkata bahwa Diane perlu melupakan dirinya berikut kenangan lama yang menyakitkan. Ia terus meyakinkan Diane bahwa keputusannya adalah yang terbaik. Ia tak ingin Diane sakit lebih dalam.

“Apa yang saya takutkan adalah kamu (Diane) akan melihatku sebagai seorang monster atau orang aneh sama seperti semua orang memandangku, bahkan lebih kejam lagi,” kalimat Lina inilah yang akhirnya membuat Diane mulai membuka hati dan menerima Lina apa adanya.

Kisah serupa dialami Helen Boyd, pengarang 'My Husband Betty'. Wanita yang baru merayakan ulang tahun pernikahan ke-10 ini juga melewati perjuangan panjang saat harus menerima kondisi suaminya yang seorang transgender. Awalnya, Helen juga menangis saat tahu akan kehilangan kelaki-lakian suaminya.

“Ia masih saja menawan dan dapat membuatku tertawa ketika saya tidak ada alasan untuk tertawa. Kami mempunyai pandangan yang sama akan dunia ini dan ia mengenal saya lebih baik daripada siapapun,” kata Helen yang masih sangat tulus mendampingi suaminya yang telah berubah menjadi wanita.

Sebuah institusi Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) menyebut ada sekitar 750 ribu transgender di Amerika. Mereka umumnya mengalami diskriminasi di berbagai sektor kehidupan seperti edukasi, pekerjaan, dan layanan kesehatan.

Dalam sebuah survei, sebanyak 45 responden mengalami kehancuran hubungan gara-gara identitas transgender mereka terungkap. Yang mengejutkan, 55 persen lainnya mampu bertahan dalam hubungan harmonis dengan status yang disandang. (Rudy Bun)
• VIVAnews
Selengkapnya »»  
Terimakasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat