NKN NEWS STICKER

Akibat imbas debu vulkanik gunung Kelud, di Mojokerto kini langka masker. Bahkan dibeberapa apotik dan swalayan juga habis

Kamis, 22 November 2012

Siapa Dan Apa? :Momo - Geisha





Pembaca, untuk kali ini Nangkris Artikel mencuplik dari Wikipedia Indonesia seorang artis,celebrity wanita kebanggan Indonesia Narova Morina Sinaga, tentu Anda tahu, penyanyidengan suara melankolis ini telah dapat merebut hati fansnya , terbukti dari penjulan copy kaset dan CD-nya (compac disk loh) dan pemirsa di yusuf atau  ditulis youtube.com. Suara yang tak terlalu banyak dengan vibra tetapi tinggi dan benig.Selamat membaca!
-------------------------------------------------------------- 

Narova Morina Sinaga atau dikenal sebagai Momo Geisha (lahir di Pekanbaru, 7 Juni 1986; umur 26 tahun) adalah penyanyi Indonesia yang merupakan vokalis band Geisha yang



Awal Mula

Biodata Narova Morina Sinaga (Momo Geisha)
Nama Lengkap: Narova Morina Sinaga
Panggilan: Momo
TTL: Pekanbaru, 7 juni 1986 RIAU
Zodia : Gemini
Agama: Katolik
Anak ke: 5 dari 5 bersaudara
Nama Ayah: J. Sinaga
Nama Ibu: T. Nanggolan
Cita-cita: Penyanyi legendaris & inspirasi banyak orang
Hobby: Menyanyi, membaca, berselancar internet
Makanan Favorit: Seafood
Film Favorit: Drama, laga, percintaan.
Narova Morina Sinaga adalah gadis keturunan suku Batak yang telah lama tinggal di Pekanbaru sejak kedua orang tuanya hijrah dari tanah kota asalnya ke Pekanbaru karena urusan pekerjaan ayahnya yang dipindahtugaskan. Terlahir dari keluarga yang serba kecukupan dan penuh dukungan dari seluruh keluarga setelah bergabung dengan Roby dan mendirikan Geisha di tahun 2003 silam.
Geisha sejak tahun 2006 telah menekuni dunia musik indie label, sehingga mereka bisa ikut dalam ajang pencarian bakat yang disponsori perusahaan tembakau Sampoerna. Dalam waktu relatif singkat sesudah Momo lulus SMA, Momo langsung memilih melanjutkan kariernya bersama Geisha yang diwarnai dukungan yang teramat besar dari kawan-kawan di lingkungan tempat tinggalnya agar bisa sukses.

Mengikuti A Mild Soundrenaline Most Wanted 2007 bersama Geisha


Pada awal tahun 2007 Momo bersama band-nya itu bertekad untuk sukses lewat jalur indie label, tak disangka mereka menemukan jalur yang sangat mudah ditemukan. Di mana Momo & Geisha melihat iklan ajang pencarian bakat band-band indie yang akan menjamin mereka bisa masuk mayor label dengan berkompetisi secara selektif.
Setelah mengirim sebuah album demo berisi lima lagu ke stasiun radio yang menjadi wakil cabang seleksi A Mild Soundrenaline Most Wanted 2007, mereka ikut konser seleksi yang diikuti kira-kira 1000 band dari seluruh Riau. Dan hasilnya cukup membuat Momo menangis terharu karena berhasil mewakili Provinsi Riau di ajang tingkat nasional itu. Keberhasilan Geisha menandingi 999 band yang pernah menganggap remeh mereka dianggap menjadi sebuah awal karier di kasta yang paling tinggi di belantika musik indonesia.

Menjadi Runner Up kedua setelah D'Masiv

Sesudah memenangkan seleksi di Pekanbaru, Momo akhirnya mengikuti Geisha ke Jakarta guna berkompetisi kembali melawan band-band dari kota lain, rival terberat Geisha saat itu adalah D'Masiv dan Second Civil yang mengusung aliran Hustle Rock & Alternative Rock. Selama di sana, Momo rajin melatih kualitas vokalnya yang masih kurang memuaskan setelah seleksi dan di saat yang besar akhirnya telah tiba. Di mana Geisha masuk 12 besar dan menjadi juara 2 di atas Second Civil dari Cirebon dan di bawah D'Masiv yang menjadi juara 1.

Merilis Album pertama bersama Geisha

Geisha tadinya ingin merilis album di tahun 2008, namun karena para personelnya masih ingin libur dari aktivitas ngeband, akhirnya Geisha baru merilis album pertama mereka di bulan Mei 2009 dan sukses mengantongi omset ratusan copy dari Kaset/Cd bahkan Ring Backtone.

Penampilan Khusus Saat Konser

Momo yang sudah menjadi vokalis Geisha merasa kurang garang kalau di panggung, itu pun karena masalah penampilan kostum terutama sepatu. Untuk itu ia membeli sepatu bot warna hitam yang dihiasi bandul-bandul dan hak sepatu yang tinggi. Maka, hampir setiap Momo konser bersama Geisha, ia selalu mengenakan sepatu bot yang ia beli saat berkunjung di Jakarta. Dan mulai saat ini, Momo lebih identik dengan sepatu bot hitam dengan bandul-bandulnya itu. Momo juga penganut Katolik yang taat. Dan akhirnya Momo pun menjadi salah satu wanita kebanggaan dari Kota Pekanbaru.

Sumber:Wikipedia Indonesia
Selengkapnya »»  

Rabu, 21 November 2012

Siapa & Apa Dia? : Gede Pasek Suardika, S.H.,M.H

Insyaallah Nangkris Artiket akan mengupdate tokoh politik muda yang sering muncul di media dengan segala kontroversialnya. Kebetulan tanpa sengaja (tepatnya, tanpa ada tendensi apa2) saya mendahulukan Gede Pasek Suardika, S.H.,M.H sebgai tokoh di awal artikel ini. Tidak ada opini apapun dlm artikel ini kecuali langsung saya unduh dari sumber yang dapat dipercaya. Karena opini saya nanti dikira saya "mendewakan" atau sealiran dengan tokoh yang saya angkat. Selamat membaca!*Nangkris
------------------------------------------------------------------------------------

Pemilik nama Gede Pasek Suardika, S.H.,M.H. ini terlahir pada tanggal 21 Juli 1969 di Singaraja, Bali. Alumni SD, SMP Lab Unud Singaraja dan SMAN I Singaraja itu berhasil meluluskan gelar Sarjana Hukum di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur dan program magister hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar.
Selain aktif di berbagai organisasi dan LSM, karirnya yang bermula di dunia jurnalistik baik di Jawa Timur maupun di Bali yang pada akhirnya membuat dirinya dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Bali. Ia juga kini dikenal sebagai advokat muda yang karirnya cemerlang akibat sikapnya yang berani, kritis dan sering melawan arus. Selain sebagai advokat, Ia juga dikenal sebagai konsultan pilkada di propinsi Bali yang handal. Beberapa kepala daerah di Bali saat ini banyak sukses berkat sentuhan tangan dinginnya.
Ia juga aktif menulis buku bidang hukum, politik dan budaya. Tiga pilar pengetahun yang sangat diminatinya. Buku-buku yang sudah pernah terbit diantaranya: Seni Bali Menari; Bhisama Pasek dalam Konteks Kekinian; Kekonyolan RUU APP; 108 Tips Niskala, Kiprah SBY, Mempesona Karena Memang Bekerja; Bung Karno, Saya Berdarah Bali dan lain-lain.
Pendidikan :
  • TK Lab Unud Singaraja, Jl. Udayana Singaraja Bali
  • SD Lab Unud Singaraja, Jl. Udayana Singaraja Bali
  • SMP Lab unud Singaraja, Jl. Udayana Singaraja Bali
  • SMA Negeri I Singaraja, Jl. Pramuka Singaraja Bali
  • Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang Jatim
  • Magister Hukum Universitas Udayana Denpasar 
Kursus/Diklat yang pernah :
  • Pelatihan Program Orientasi Dasar Perkoperasian di Koperasi Diikuti Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang Jatim, tahun 1988
  • Diklat Studi Kewiraswastaan Regional: Franchising, Permasalahan dan Penanggulangannya di Unibraw Malang; tahun 1991
  • Diklat Bantuan Hukum Mahasiswa di Universitas Brawijaya Malang Jatim, tahun1992
  • Pendidikan dan Pelatihan Kepengacaraan Tingkat Nasional di Universitas Brawijaya, Malang Jatim, tahun 1993
Riwayat Organisasi :
  • Unikahidha Universitas Brawijaya Malang
  • Wakil Ketua KPMHD Malang
  • Sekjen PP KMHDI Periode 1996-1999
  • Ketua Presidium Forum Alumni KMHDI Indonesia (FA-KMHDI) hingga kini
  • Pendiri Yayasan Bali Forum
  • Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Bali
  • Wakil Sekretaris IPHI (Ikatan Penasihat Hukum Indonesia) Bali
  • Wakil Ketua VI PP Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Bali
  • Penasihat Garda (Gabungan Generasi Muda) Buleleng
  • Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Bali
  • Ketua Komunitas Kebangsaan (LSM pendukung SBY-JK saat pilpres 2004)
  • Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga, DPP Partai Demokrat Tahun 2010-2015
  • Ketua Departemen Lingkungan Hidup, DPP HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) 2010-2015
Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan :
  • Asisten pengacara di Made Yohanes Bantas & rekan di Malang Jatim
  • Wartawan di harian pagi Surya Surabaya Jatim
  • Redaktur Pelaksana di harian NUSA Denpasar Bali
  • Pemimpin Umum Tabloid Bali Aga Denpasar Bali
  • Direktur Berdikari Law Office Denpasar Bali
  • Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat / A-528
  • Anggota MPR RI /A-528
  • Tim Panja Gabungan Komisi II, VIII dan X DPR RI tentang Penyelesaian Pengangkatan Tenaga Honorer
  • Tim Panja Sea Games dan ASEAN Para Games 2011 Komisi X DPR RI
  • Tim Panja Benda Cagar Budaya Komisi X DPR RI
  • Wakil Koordinator Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI dengan Parlemen India
  • Tim Pengawas DPR RI mengenai Tindak Lanjut Rekomendasi Panitia Angket DPR RI tentang Masalah Hukum Kasus Bank Century
  • Anggota Panitia Khusus RUU tentang Perubahan atas UU No.10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang - Undangan.
  • Anggota Panitia Kerja RUU tentang Perubahan atas UU No.22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum Komisi II DPR RI.
  • Anggota Panitia Kerja RUU tentang Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Komisi II DPR RI.
  • Wakil Ketua Panitia Khusus RUU tentang Perubahan atas UU No.10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD;
  • Ketua Komisi III DPR RI;
  • Wakil Ketua Panitia Khusus RUU tentang Keamanan Nasional.

Tanda Penghargaan :
  • Juara II Tingkat SLTA se-Bali dalam Lomba Karya Ilmiah tentang Keluarga Berencana (KB)
  • Juara I Lomba Penulisan Essay Pemuda dan Mahasiswa yang diadakan UKH Jayabaya Jakarta Pada tahun 1995
  • Pemenang Tiga Belas Besar dalam  Lomba Karya Tulis Berita dalam rangka “HUT Pemda Tk I Bali ke 40 Tahun 1998”
  • Juara III Lomba Karya Tulis Artikel dalam rangka “Kunjungan Kerja Bapak Gubernur Kdh Tk I Bali” pada tahun 1999
  • Piagam Penghargaan dari Bapak H. Susilo bambang Yudhoyono dan H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai TimKamDa Provinsi Bali dalam Pilpres 2004-2009
  • Piagam Penghargaan dari Kepolisian Daerah Bali atas partisipasi sebagai pengawas external dalam proses penerimaan calon Taruna AKPOL dan BINTARA Polri TA
Riwayat Perjuangan :
  • Aktif unjuk rasa menentang pembangunan di kawasan Suci Pura Tanah Lot yang melahirkan Bhisama PHDI soal radius kesucian pura.
  • Aktif dalam gerakan reformasi di Bali
  • Aktif dalam gerakan menentang pembahasan RUU APP
  • Memimpin aksi Gerakan Anti Terorisme
  • Menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye SBY-JK Provinsi Bali
  • Menjadi Ketua Tim Advokasi Hukum SBY-JK Provinsi Bali
  • Menjadi Sekretaris Pokja Saksi SBY-JK Provinsi Bali
  • Menjadi konsultan Pilkada di Badung, Karangasem, Buleleng dan  Gianyar serta sukses memenangkannya
  • Menjadi ketua Koalisi Kebangkitan Bali (KKB) yang mengusung pasangan Winasa-Alit Putra sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Bali dalam Pilkada 2008
  • Aktif membuat buku yang mengulas soal sosial, budaya, hukum dan politik.
  • Wakil Ketua Tim Kampanye SBY-Bodiono Provinsi Bali
  • Sekretaris Panitia Pelaksana Kampanye Nasional, Pemilu Legislatif Provinsi Bali di Padanggalak Tahun 2009
Buku – buku yang telah diterbitkan :
  • Seni Bali Menari
  • Memahami Bali
  • Bhisama Pasek dalam Konteks Kekinian
  • Kekonyolan RUU APP
  • 108 Tips Niskala
  • Kiprah SBY: Mempe 
    Sumber:http://www.paseksuardika.com/
Selengkapnya »»  

Selasa, 20 November 2012

5 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh

Bukan dengan menghukum atau cara kekerasan.

Anak yang patuh bukanlah dibentuk dengan cara kekerasan atau hukuman. Kepatuhan pada anak justru bisa dimunculkan dari kesadaran dalam diri anak tersebut. Orangtua sebaiknya mendidik kepatuhan anak dengan cara yang membuatnya menyadari bahwa kepatuhan adalah nilai positif.

Sayangnya hal itu tidaklah tidaklah mudah. Semua harus melewati proses yang membutuhkan kesabaran dan usaha ekstra, dan tentunya hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin.

Berikut adalah cara untuk melatih dan membuat anak supaya menjadi lebih patuh:

1. Konsisten
Untuk melatih anak supaya lebih patuh Anda harus konsisten dalam menentukan peraturan. Bila hari ini Anda melarangnya bermain di jalanan, maka minggu depan peraturan ini harus tetap dijalankan, karena anak selalu mencari celah untuk bisa melanggar aturan yang dibuat orangtuanya.

2. Bersikap lembut
Anak umumnya tidak dapat merespon dengan baik bila kita menghadapi mereka dengan bentakan atau amarah. Tegas bukan berarti harus bersikap keras, Anda bisa lebih lembut. Coba untuk mengerti perasaan mereka dan tekankan bahwa mereka harus bisa mengikuti peraturan dan arahan Anda.

3. Beri contoh
Ini adalah cara yang paling efektif untuk membuat anak patuh. Beri contoh pada mereka apa yang harus mereka perbuat. Jangan sampai mereka justru melihat Anda melakukan hal yang Anda larang kepada mereka.

4. Puji mereka
Jangan ragu untuk memuji dan membesarkan hati mereka ketika mereka melakukan hal yang kita inginkan. Dengan begitu mereka akan merasa lebih dihargai atas usahanya.

5. Menjelaskan hal kepada mereka
Jelaskan kepada mereka maksud dan tujuan baik Anda menetapkan aturan pada mereka, sehingga mereka mengerti kenapa mereka harus mematuhi peraturan yang Anda buat.



Sumber : 5 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh | Perempuan | Beritasatu.com
Selengkapnya »»  

Senin, 19 November 2012

Big Data Sudah Menghampiri Indonesia


Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Senin, 19/11/2012 16:13 WIB
Jakarta - Jika melihat perkembangan trafik dan perangkat, bisa dikatakan Indonesia sedang menuju era big data, dimana storage berukuran hingga exabyte bahkan petabyte akan mulai mendominasi. Tren ini akan semakin cepat berkembang jika adopsi dari cloud computing berjalan mulus di Indonesia.

"Big data sudah di depan mata, salah satunya didorong oleh kian tingginya adopsi dari cloud computing," ujar penggagas Indonesian Cloud Forum, Teguh Prasetya kepada detikINET, Senin (19/11/2012).

Dalam pengertian teknis, big data didefinisikan sebagai sebuah problem domain dimana teknologi tradisional seperti relasional database tidak mampu lagi untuk melayani. Definisi big data yang dimaksud Teguh adalah volume, velositas, dan variasi datanya.

Peningkatan volume, velositas, dan variasi data banyak diakibatkan oleh adopsi internet dimana setiap individu memproduksi konten atau paling tidak meninggalkan sidik jari digital yang berpotensial untuk digunakan untuk hal-hal baru, dari audiens targeting, rekomendasi ataupun penggunaan yang lebih tak terduga.

Beberapa prinsip dari big data adalah tidak membuang data apapun karena residu tersebut mungkin akan menjadi penting sejalannya waktu. Berikutnya, real-time processing.

Sedangkan untuk menghadapi variasi data yang tinggi, big data menciptakan struktur melalui ekstraksi, transformasi, tanpa harus membuang data mentah yang dimiliki.

"Kami dari komunitas ingin mengedukasi big data ini ke masyarakat lewat diskusi 'Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challenges' di Jakarta," ujarnya.

Teguh bilang, tujuan dari diskusi ini memberikan pemahaman dan kesepahaman antar pelaku bisnis dan pengguna tentang fenomena big data yang mulai menghinggapi Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menambahkan, secara tidak sadar tren big data sejatinya sudah akrab dengan para pengguna selama ini.

"Diskusi soal big data ini relevan sekali, agar kita bisa melihat kondisi big data sekarang dan ke depan, serta apa yang menjadi tantangan untuk dicari solusi bersama. Kami rencananya akan memaparkan kajian mengenai pandangan masyarakat tentang big data, ditambah fakta statistik untuk menjawab demand dan tantangannya," katanya.

Heru yang berbekal pengalaman menjabat sebagai regulator telekomunikasi di BRTI selama dua periode, turut memaparkan fenomena big data dalam industri telekomunikasi.

Trafik data seluler Telkomsel pada hari-H Lebaran 2012 lalu tercatat menghantarkan data sebesar 157 terabyte atau mengalami kenaikan hingga lebih dari 55% dibanding hari-hari biasa.

Di Indosat tersalurkan data sekitar 44.58 terabyte per hari, atau naik 26,9% dibandingkan bulan Juni 2012. Sementara di XL, layanan data yang terhantar sekitar 66-68 terabyte atau naik 19% dibanding trafik di hari biasa.

Maka, Heru pun meyakini jika melihat perkembangan trafik dan perangkat, bisa dikatakan Indonesia sedang menuju era big data. "Terlebih jika adopsi dari cloud computing berjalan mulus di Indonesia," pungkasnya.


( rou / ash )
Selengkapnya »»  

5 Tips untuk Menulis Sukses di Social Media

Mungkin sebagian Anda masih belum mengetahu tentang penegertian Sosial Media. Sosial Media adalah media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Jika Anda  pengguna media sosial, Anda akan mengetahui  ciri-ciri dari sosial media itu sendiri. sosial media mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
Klik di sini
Selengkapnya »»  

Sabtu, 17 November 2012

Materi Kajian Sains & Teknologi Masa Depan (ITB)-Munas_APJII-2

Selengkapnya »»  

Musnahnya Sebuah hakikat

Nangkris blog dengan tampilan baru yang lebih dinamis, untuk melihatnya silahkan sebuah refleksi...
 ---------------------------------------------------------------------------------------------------

Diilhami dari sebuah lagu dari Ebit G. Ade "Tentang Seorang Sahabat"

Masuk ke salah satu ruangan rumah Bhanu yang berada di pinggir jalan raya terlihat seperangkat gamelan jawa. Tertata rapi meskis sudah jarang digunakan. Lantai rumah masih menggunakan bin teraso. Sepertinya rumah Belanda sebelumnya. Tembok setiap ruangan pilar-pilarnya besar dan beratap tinggi. Bila masuk ke beranda rumah ini terasa sejuk, karena jarak rumah dengan jalan raya dibatasi dengan berbagai tumbuhan produktiv seperti buah mangga, jambu air dan lain-lain.

Bhanu hidup hanya dengan seorang adiknya Wisnu, serta keduaorangtuanya yang berasal dari Jawa Tengah. Ibunya sopan sekali dengan kromo inggil yang halus, kadang tak tahu apa arti yang diucapkannya. Demikian pula bapaknya yang seorang guru dan pelatih gamelan. Sepintas dapat diyakini keluarga ini masih punnya titah bangsawan dan ningrat Jawa Tengah yang masih memegang teguh adat istiadat Jawa.

Semua aturan hirarki antara anak dan orang tuan, mas dan adhi masih saja terpelihara dengan rapi dalam suasana rumah ini. Karena kalau tidak ibu pasti akan menegur dengan halus dan itu harus dituruti. Kadang juga bisa marah meskipun dengan kata yang halus tetapi bermakna dalam bagi kedua puteranya itu. Bahkan pernah Wisnu sepulang sekolah membuka sepatu kemudian menaruhnya dengan asal-asalan tidak tertata ditempat yang telah disediakan, ibu marah besar kepada Ipah pembatunya karena menolong merapikan sepatu Wisnu yang tidak tertata rapi.

Ke sekolah sengaja tidak diberi uang jajan dengan alasan takut membeli jajan sekolah yang tidak bersih dan tidak hygienis. Air minum dan kue sanck disediakan dari rumah. Ibu trauma dengan kejadian yang dialami Bhanu. Sepulang sekolah muntah-muntah karena diajak minum es tape dipinggir jalan oleh teman-teman SMA nya dulu. Baru ketahuan dan matur ibu saat diinfus di rumah sakit milik perkebunan.

Meningjak dewasa saat ini ibu semakin cerewet. Dengan status sosial yang diemban Bhanu sebagai karyawan sebuah bank negara, setiap kali selalu terngiang nama Anggraeni. Gadis yang juga masih “berbau” keraton puteri bapak Sudrajad yang tidak lain adalah teman semasa muda keluarga ini.

“Ini dapat kiriman sulaman buat almari hias, dari Bu Drajad`` kata ibu ketika Bhanu baru pulang kerja.

“Susah loh le (le: sebutan untuk anak lelaki) buat seperti ini neh ora tlaten” sambung ibu. Bhanu diam saja meski tahu ibu ingin respon tentang oleh-oleh yang Bhanu yakin itu pasti dibuat oleh Anggraeni, sambil terus mengunyah sambal goreng kesuakaannya.

“Kamu kapan ke Jogja le ?`` rayu ibu pada Bhanu
“Bune, Bhanu masih belum bisa dalam bulan ini” sahut Bhanu terkesan malas.
“Njur kapan?”
“Nantilah Bune, pasti Bhanu ke Jogja”
“Mampir yo ke rumah Bu Drajad. Ora enak dikasih oleh-oleh ora mbalesi”
“Di paket saja Bune” sanggah Bhanu dengan nekad.
“Loh kowe opo ora kangen Eny (Anggraeni) toh”
Inilah sebetulanya yang ingin ibu sampaikan pada Bhanu dari seluruh isi percakapan itu. Bhanu sudah tahu trik-trik ibu masalah usahanya untuk mendekatkan gadis Jogya itu dengannya.
“Injih Bu” itu saja jawaban Bhanu

***


Setiap gerak langkah pria gagah dan tampan ini kelihatan kaku. Irama kediktatoran ibundanya melekat erat dalam setiap geraknya. Sementara perjalanan panjang yang tidak pernah diceritakannya pada ibu tentang hubungan asmaranya dengan Sukarsih puteri Kepala Kantor Pos, ada halangan bagai tembok raksasa di China untuk menceritakan. Bagaiaman ibu tahu nanti apabila pria putih bersih ini telah menjalin hubungan dan telah mencampakkan Anggraeni pilahan Bune?

Hingga pada suatu saat kebetulan ketika bulan purnama tengah malam sengaja Bhanu mengajak ibunya duduk di teras rumah tua yang kokoh, keinginannya terpaksa tertumpah atas kejujuran hatinya untuk mencintai Sukarsih.

“Bune pangapunten (maaf). Kejujuran cinta dalam hati Bhanu berbicara lain”
“Makasudmu opo to Le?”
“Sebagai lelaki Bhanu punya dasar cinta yang hakiki pada seorang gadis”
“Ngomongmu koq malah aneh to Le.Kemudian maksudmu itu apa?” diucapkan ibu dengan lembut tetapi dalam.
“Bune, ijinkan Bhanu mencintai wanita yang bukan Angraeni” Bhanu agak berkeringat nerves.
“Njur piye? Bagaimana ibu harus mengatakan ini kepadamu sebagai anak yang telah ibu besarkan?” perkataan ibu kali ini tidak sehalus biasanya.

Suasana hening sejenak. Bhanu mulai kacau. Dia mempunyai hakiki cinta yang mendasar, sementara yang dihadapinya saat ini adalah orang yang telah membesarkannya bersama Wisnu adhinya. Teringat Bhanu saat keluarga besar Sudradjat mengunjunginya beberapa waktu lalu. Anggraeni gadis putih, berambut ikal khas keraton, dengan alis wulan naggal sepisan (bagai bulan jawa tanggal satu untuk alis yang indah). Keluarga ini telah membentuk sebuah keputusan untuk menjodohkan Bhanu dengan Anggraeni kelak.

“Mohon ampun Bune, tolong Bhanu Bune.Ijinkan Bhanu mencintai Sukarsih“
“Bhanu, tidakkah kamu merasa kasihan pada Bapak, bagaimana pertalian ini sudah dijalin.Iki ora biso ditawar Le“

Tidak tahan dan agar tidak larut dalam emosi, perlahan Bhanu pamit pada ibu dan masuk dalam kamar. Pikirannya melayang. Terbayang Sukarsih yang terakhir ditemuinya di toko buku Gramedia. Gadis sederhana yang telah mengguncakan hati. Dia telah mengerti makna kebersamaan yang telah hampir satu tahun dilaluinya bersama Bhanu. Begitu dewasanya Sukarsih menghadapi rintangan keluarga lelaki yang dikenalnya ini. Bagi Sukarsih, rumah Bhanu yang asri itu tak ubahnya seperti neraka. Pastilah kekecewaan yang akan didapatinya bila harus menemui ibu di dalam sana. Tak akan ada artinya. Bahkan Sukarsih sangat menyayangkan sikap keluarga itu meski sangat memaklumi adat istiadat jawa « kuno » itu.

Hal yang sangat disayangkan ketika suatu saat Bhanu mengatakan bahwa jiwanya telah kehilangan hakiki sebagai lelaki. Jiwanya telah terampas oleh ikatan adat yang masih dipelihara. Bahkan pada akhirnya Bhanu harus kehilangan Sukarsih, harus kehilangan segala-galanya. Bibirnya kini keluh setiap bertemu gadis. Biarlah semua disimpannya dalam kekeluan di dadanya. Bahkan kejantanan yang seharusnya dia miliki kini nampak pudar bagai lampu lentera yang terombang ambing angin. Hari-harinya hanya menghitung hari tanpa sedikitpun mengurus seperti apa kehidupan di depan sana ? (Fiksi :Nanang Kristyo)
Selengkapnya »»  
Terimakasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat