NKN NEWS STICKER

Akibat imbas debu vulkanik gunung Kelud, di Mojokerto kini langka masker. Bahkan dibeberapa apotik dan swalayan juga habis

Jumat, 07 Desember 2012

Presiden Terima Pengunduran Diri Andi Mallarangeng dari Kabinet

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memberikan pernyataan terkait status hukum yang dikenakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng. Andi dicekal dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Pada Jumat (7/12/2012) pagi tadi, Andi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Menpora. Presiden mengatakan, ia menerima pengunduran diri Andi.

"Setelah mendengar dengan saksama dan membaca surat pengunduran diri yang bersangkutan, saya menerima dan menyetujui usulan pengunduran diri itu," kata Presiden dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta siang ini.

Menurut Presiden, ada tiga alasan yang diajukan Andi sebagai dasar pengunduran diri. Pertama, dengan dikenakannya status cekal, ia tidak bisa menjalankan tugas secara efektif.

"Kedua, tidak efektifnya dalam mengemban tugas sebagai Menpora tentu akan mengganggu Kabinet Indonesia Bersatu II dan dikhawatirkan justru akan memberikan beban kepada Presiden dan kabinet," ujar Presiden.

Alasan ketiga, Andi ingin berkonsentrasi untuk menghadapi permasalahan hukum dan tuntutan hukum terhadapnya. Andi resmi mundur terhitung sejak hari ini, 7 Desember 2012. 

Presiden mengatakan, menghargai sikap yang dipilih Andi dan menilainya sebagai contoh yang baik bagi mereka yang menghadapi permasalahan hukum sebagai bentuk tanggung jawab. Selama menjalankan tugas sebagai Menpora, menurut Presiden, Andi telah menjalankan tugasnya dengan baik. Presiden juga mengungkapkan, pertama kali mengetahui pencekalan Menpora dari televisi pada Kamis (6/12/2012) malam pukul 19.00 WIB.

"Sepuluh menit kemudian, saya mendapatkan pesan dari SMS Mensesneg. Itulah pertama kali saya mendengar Menpora kena cekal," ujarnya.

Resmi tersangka

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyatakan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2012). Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, penetapan tersangka terhadap Andi merupakan hasil pengembangan kasus ini setelah KPK menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga Deddy Kusdinar sebagai tersangka.

"Dari pengembangan ditemukan fakta dan bukti-bukti tentang adanya keterlibatan berdasarkan dua alat bukti yang telah ditemukan terhadap status yang bersangkutan. Dari pengembangan bisa diidentifikasi dan disimpulkan bahwa KPK secara resmi menetapkan AAM selaku Menpora atau selaku pengguna anggaran pada Kemenpora sebagai tersangka," kata Abraham.

Ia menjelaskan, konstruksi hukum yang ditetapkan pada Andi sama dengan konstruksi hukum yang dikenakan terhadap Deddy Kusdinar. "Yang bersangkutan dikenai Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP," kata Abraham.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
Selengkapnya »»  

Siapa & Apa?:Karni Ilyas

Tokoh kartun Bang One yang sering muncul di TV One dan Presiden sekaligus pembawa acara paling heboh dijagad ini Indonesia Lawyer Club, adalah seorang pakar hukum lulusan Universitas Indonesia. Seperti apa sepak terjang jurnalis satu ini dalam memanage beberapa TV swasta menjadi leading dalam pemberitaan , simak profilnye...*Nangkris--->






























































Karier
Karni memulai kariernya sebagai wartawan harian Suara Karya pada tahun 1972. Ia kemudian pindah ke Majalah Tempo tahun 1978 sampai menduduki jabatan sebagai Redaktur Pelaksana. Kepiawaiannya dalam bidang hukum membuat Karni ditugaskan untuk memimpin Majalah Forum tahun 1991-1999. Tahun berikutnya Karni memegang posisi sebagai Komisaris Majalah tersebut.

Karni Ilyas
Lahir Sukarni Ilyas
25 September 1952 (umur 60)
Bendera Indonesia Bukittinggi, Indonesia
Almamater Universitas Indonesia
Pekerjaan Pemimpin Redaksi
pembawa acara
Tahun aktif 1972—sekarang
Agama Islam





















































Ia memimpin Liputan 6 SCTV sejak tahun 1999-2005. Di televisi ia menemukan dunia baru yang ternyata luar biasa baginya. Ia terpacu ketika berhadapan dengan waktu tenggat berita yang bisa muncul setiap saat. Dunia baru inilah yang membuatnya memiliki jargon bahwa kekuatan televisi adalah kecepatan, kecepatan, dan kecepatan. Dalam tempo hanya enam tahun, ia berhasil mengantarkan Liputan 6 SCTV menjadi program berita terkemuka di Tanah Air.

Karni hijrah ke Anteve tahun 2005. Berkat tangan dinginnya, banyak tayangan ekslusif lahir dari liputan dan ketajaman naluri kewartawanannya. Tak jarang dalam liputan-liputan tersebut ia sekaligus menjadi reporternya. Tahun 2007, ia dipercaya membenahi TV One yang baru saja diambil alih Keluarga Bakrie. Pada stasiun televisi ini namanya cukup berkibar, terutama setelah memandu acara "Indonesia Lawyers Club". Di TV One, Karni menjabat sebagai Direktur Pemberitaan atau Pemimpin Redaksi News dan Sports. Pada tahun 2012, ia meraih Panasonic Gobel Awards, untuk kategori "Life Time Achievement".[1] K

Bang One

Bang One yang kritis merupakan sosok karni yang digambarkan melalui karikatur/kartun. Tokoh ini dilahirkan pada bulan Maret 2008, sesaat setelah munculnya tvOne. Selama satu tahun karakter tersebut terselip dalam program-program berita tvOne (Kabar Pagi, Siang, dan Malam) dan mendapat apresiasi yang baik. Sebagai wartawan yang lugas dan kritis, Bang One diberikan kesempatan untuk memandu sebuah acara bincang-bincang interaktif berjudul Bang One Show. Dalam mewawancarai seseorang, Bang One kerap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.[2]

Organisasi

Karni aktif di berbagai organisasi wartawan. Ia juga menjadi Presiden Jakarta Lawyer Club, Ketua Umum ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia), serta Anggota Komisi Kepolisian Nasional.

Sumber:Wikipedia Indonesia

Selengkapnya »»  

Kamis, 06 Desember 2012

Ada Apa Antara Jessica Iskandar dan Ariel "Noah"?

Tak sedikit selebriti anah air yang disebut-sebut pernah jatuh ke pelukannya.
Nama terbaru yang muncul adalah Jessica Iskandar. Hal ini terungkap ketika gadis 24 tahun itu berniat untuk memasukkan nama Ariel ke dalam buku yang akan ditulisnya.
"Ya buku itu tentang masa kecil aku, karir aku, dan ada juga kak Ariel," cetus Jessica, membuat terkejut wartawan yang menemuinya di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/11) malam.
Apakah itu berarti Jessica pernah menjalin kasih dengan Ariel. Jessica hanya tersipu saat disodori pertanyaan tersebut.
Dia memilih untuk merahasiakan mengenai apa yang terjadi antara dirinya dengan mantan pacar Luna Maya itu.
"Pokoknya, mudah-mudahan buku aku nanti bisa dibaca sama masyarakat, sama kak Ariel juga, dan dikasih komentar," tuturnya.
Benarkah ada hubungan spesial antara Jessica dengan Ariel? Atau jangan-jangan, ini sekedar gimmick untuk mendongkrak penjualn bukunya nanti?

 (ari/ade)
Sumber:http://www.tabloidbintang.com/berita/polah/60409-ada-apa-antara-jessica-iskandar-dan-ariel-noah.html
Selengkapnya »»  

Selasa, 04 Desember 2012

Siapa & Apa?: Aceng H.M. Fikri

Penayangan Bupati Garut dalam Siapa & Apa dalam artikel kali ini bukan semata karena Bupati yang relatif muda usia ini sedang menuai kontroversi atas pernikahan kilatnyanya, tetapi semata-mata karena saya melihat Aceng HM Fikri sebagai generasi muda yang bagaimanapun ikut berkontribusi terhadap daerahnya, dan tentunya telah banyak memberikan hal positip lainnya, selamat membaca.*Nangkris.........................................

Aceng H.M. Fikri, S.Ag (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 September 1972; umur 40 tahun) atau yang lebih dikenal dengan Aceng Fikri adalah Bupati Kabupaten Garut yang menjabat sejak 2009.


Aceng H.M. Fikri, S.Ag
Bupati Garut
Petahana
Mulai menjabat
2009
Informasi pribadi
Lahir 6 September 1972 (umur 40)
Bendera Indonesia Garut, Indonesia
Partai politik Golkar
Suami/istri Nurrohimah[1], Fani Oktora (mantan) [2]
Anak Moch. Rival Samudra, Riza Aprilia Fauziah A, Riza Filard Nusantara[1]
Tempat tinggal Jl. Kabupaten No. 22 RT/RW. 003/010 Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat[1]
Alma mater IAIM AL - Musadaddiyah[1]
Pekerjaan Politikus
Agama Islam

Kontroversi Sang Bupati

Dia terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra, mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara.[3]

Pada September 2011, Wakilnya Diky Candra menyatakan telah menyampaikan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan dengannya. Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.[4]

Pada 14 Juli 2012, dia menikah lagi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda.[2] Gadis bernama Fani Oktora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka. Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat.[5] Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fani: "Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan".[6]

Namun, Aceng menampik bahwa hubungannya dengan Fani adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi menjelang pilkada untuk menjegal dirinya.[7]
Pernyataan-pernyataan kontroversi sang bupati terkait pernikahan kilatnya:
  1. "Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu."[8]
  2. "Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan."[9]
  3. "Sumpah demi Allah, demi Rasulullah. Saya kan duda, pernah punya istri." [9] (Sang bupati belum bercerai dengan istrinya)
  4. "Terlepas yang namanya perawan itu dipakai lalu berdarah. Tapi ini, dari ekspresi dia (Fani) seperti orang yang sudah terbiasa,"[9]
  5. “Saya heran, kenapa peristiwa (kasus nikah kilat) mencuat saat ini yang kebetulan menjelang Pilkada 2013." [10][11]
 Sumber :Wikipedia Indonesia
 

 

Selengkapnya »»  

Minggu, 02 Desember 2012

Menimbang Manfaat Corporate University di saat krisis ini

Pernahkah anda mendengar istilah Corporate University (CU) ? Seperti yang diberitakan oleh media masa, baru-baru ini Allianz telah meresmikan Allianz Indonesia - Corporate University (AICU) di Jakarta. Istilah ini menjadi trend bisnis baru dan fenomena global bagi para pebisnis yang sadar akan pentingnya kualitas sumber daya dimana Human Capital sudah menjadi Human Energy.



Pada awalnya CU yang berasal dari Amerika, merupakan perwujudan dari visi perusahaan yang sadar akan pentingnya sumberdaya manusia sebagai aset utama perusahaan, dan digunakan sepenuhnya sebagai instrumen strategi untuk mencapai tujuan perusahaan. Memang kalau dilihat dari strategi 6C2 - The Iceberg Strategy [ lihat appendix ], untuk sukses mengimplementasikan strategi, ternyata unsur-unsur teknikal yang dilandasi scientific management - tidaklah cukup. Berdasarkan studi empiris, seperti yang para pebisnis alami sendiri, faktor terbesar yang menjadi tantangan pada saat implementasi strategi adalah faktor human-social, yang berada “dibawah permukaan air”. Tidak kelihatan tetapi sangat menentukan berhasil atau tidaknya implementasi .
Di tahun 1993, hanya sedikit perusahaan yang percaya akan pentingnya CU, namun di tahun 2001 CU sudah menjadi bagian internal dari 2.000 perusahaan termasuk Motorola (pelopor Six Sigma), Walt Disney, Boeing, Intel University, Sun U (milik Sun Microsystems), dan Apple University.
Bagaimana di Indonesia. Walau belum banyak sebenarnya sudah ada beberapa Corporate University (CU) di Indonesia, seperti : Astra , Garuda Food, Danamon dll.
Apa keuntungan mempunyai CU bagi pebisnis Indonesia di masa krisis ini ? Berdasarkan survey dan observasi, penulis menemukan beberapa keuntungan dari adanya CU di organisasi anda  seperti :
  1. Mengembangkan kompetensi karyawan agar tetap produktif di masa krisis. Dalam kondisi krisis, ditambah lagi adanya kompetisi yang super ketat, untuk mencapai “TO BE THE BEST “, banyak perusahaan besar yang sadar bahwa tingkat kompetensi sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk mencapai goal ambisius tersebut. Kita bisa belajar dari Mc Donald’s dengan Hamburger University-nya yang berlokasi di Chicago. Meski hanya menjual hamburger, McDonald's sangat serius dalam membangun dan mengembangkan sumber daya manusia berkualitas. Bagi Ray Kroc, berbisnis hamburger bukan sekedar membuat dan menjual hamburger, tetapi lebih dari itu. Bisnis ini adalah bisnis manajemen manusia, baik karyawan maupun konsumen.
  1. Tempat mempertajam naluri bisnis eksekutifnya dan mempersiapkan kader-kader
Akibat globalisasi, tingkat persaingan dan perilaku konsumen semakin sulit diprediksi, sehingga usaha meningkatkan marjin laba pun semakin sulit. Umumnya untuk mengatasi halangan ini, perusahaan akan meningkatkan pengiriman eksekutifnya ke seminar pengembangan strategik dan program MBA. Nyatanya cara ini belum memecahkan masalah inti. Program MBA sering dikritik karena kurang menyentuh persoalan bisnis yang aktual. Masih terlalu general. Ibaratnya program MBA mengajarkan seluruh A to Z kepada siswanya, padahal yang diperlukan hanyalah K atau L saja, dan di bidang tertentu saja. Karenanya beberapa perusahaan menginginkan pendidikan bisnis yang lebih dekat dengan kegiatan bisnis sehari-hari.
Di CU inilah para CEO dapat menyaring dan mempersiapkan kadernya. Dalam hal ini kita harus angkat topi kepada GE University di Crottonville USA. Konon kampus GE ini lebih baik dari Harvard atau Wharton, karena kampus ini lebih banyak menghasilkan CEO dan business leaders yang lebih hebat dibanding sekolah bisnis lainnya. Di Indonesia, Garuda Food sudah melakukannya sejak 2003 melalui CU yang dinamai Tudung Leadership Development Institute.
  1. Mengurangi biaya dan mengorganisasikan training secara lebih terpadu.
Ray Kroc, pendiri McDonald's mengatakan "None of us is as good as all of us". Karenanya diperlukan training. Namun kompetisi bisnis yang ketat menimbulkan dampak pula pada pengetatan biaya training. Sebagai jawabannya, semakin banyak perusahaan yang kian menyatukan upaya training dalam satu paying, yakni : Corporate University. Di Mc Donald’s mereka mendirikan Hamburger University, bukan hanya untuk mendapatkan manajer di masa depan tetapi juga untuk mengurangi biaya training saat ini. Inilah tempat di mana ribuan manajer waralaba baru belajar dan memperoleh gelar sarjana dalam “Hamburgerologi” selama kurang lebih 1 tahun.
  1. Memulai dan mendukung perubahan di organisasi .
Sadar betapa pentingnya merangkul budaya perubahan, banyak perusahaan mencoba mencari mekanisme terbaik mengelola perubahan. Pada masa krisis I periode 1998-1999, Astra terpaksa mem-PHK 20.000 karyawan tetap dan 5.000 pegawai kontrak sehingga jumlah karyawan Astra tinggal sekitar 100.000 orang. Melihat adanya bahaya mendorong Astra mendesain ulang fokus dan strategi bisnis. Perubahan fokus bisnis ini, menuntut perubahan mentalitas dan kompetensi yang sangat besar. Karenanya Astra melakukan perubahan organisasi dan menetapkan figur-figur yang tepat untuk mengisi posisi yang ada berdasarkan kebutuhan organisasi serta kompetensi baru yang dibutuhkan. Menyadari bahwa perubahan terberat adalah menyangkut manusia, maka tugas “merubah” orang tersebut dilakukan oleh Astra Management Development Institute, CU-nya Astra. Tidak mengherankan kalau Astra kini disebut-sebut sebagai organisasi dengan system manajemen terbaik di Indonesia .
  1. Meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai perusahaan, sehingga menciptakan corporate culture, yang pada ujungnya berpengaruh terhadap profitabilitas dan loyalitas terhadap perusahaan
Salah satu kunci sukses GE – menurut Jack Welch – adalah karena kampus GE ini bukan hanya sebagai tempat untuk mendidik karyawan menjadi lebih baik, namun juga sebagai medium memperluas perubahan dalam kultur dan pemikiran yang membuat GE terus maju.
Demikina juga di Hamburger University – Mc Donalds, para siswa dilatih tidak hanya keahlian teknis tetapi juga nilai-nilai perusahaan, kultur, filosofi, sejarah perusahaan, dan keahlian kepemimpinan, agar bisa memberikan layanan, kebersihan, dan nilai-nilai berkualitas tinggi bagi konsumen. Di sinilah para siswa diindoktrinasi, dibentuk, dan dikembangkan. Inilah rahasia mengapa Mc Donlad’s menjadi fast food restoran terbanyak di dunia. Bahkan majalah The Economist menggunakan "Big Mac Index": perbandingan harga Bic Mac di berbagai mata uang dunia untuk mengukur purchasing power parity.
  1. Meningkatkan Corporate Social Responsibility
Selain memberikan edukasi kepada internal perusahaan, CU juga dapat digunakan sebagai bagian dari CSR. Misalnya Allianz juga memberikan kesempatan kepada mitra usaha untuk ikut dalam programnya. Pelanggan GE ataupun orang-orang lain yang beruntung ( level manager), bisa menikmati ilmu manajemen GE melalui program ACFC (At the Customer for the Customer) di kampus GE.
Langkah sebagian perusahaan untuk membuat CU adalah langkah yang tepat, sebab banyak perusahaan yang walaupun menyadari pentingnya sumber daya manusia, namun biasanya hanya berhenti di ucapan-ucapan saja, dan sekedar formalitas mengirimkan pegawainya secara parsial untuk ikut training ( yang di-disain secara generik ), sehingga seringkali tidak selaras dengan visi-misi perusahaan. Para pebisnis ini rupanya menganggap remeh faktor human-social ini. Ibaratnya kapal Titanic, yang hanya memandang bagian atas bongkahan es (unsur teknikal ), tetapi lupa akan bahayanya bagian bawah bongkahan es ( unsur human-social ). Dan seperti yang sama-sama kita ketahui, terjadilah malapetaka itu. Benarlah apa yang didapatkan penulis sewaktu mengikuti program Directorship dari IICD, dimana dikatakan salah satu sebab mengapa perusahaan bisa tersungkur adalah faktor : mengabaikan Human Energy ini.
Lalu bagaimana jika perusahaan anda belum memiliki kompetensi, pengalaman, dana , sumber daya untuk melaksanakan Corporate University ? Umumnya yang dilakukan perusahaan besar adalah bekerja sama dengan program MBA yang sudah mapan walaupun sebenarnya seringkali programnya terlalu umum dan tidak berdampak langsung terhadap perusahaan.
Bagi perusahaan dengan dana terbatas, solusinya adalah : di-outsource-kan kepada lembaga yang mampu membawa para lecturers`S2 - yang sudah terbiasa mengajar di program MBA – untuk datang mengajar di kantor anda. Toh 70% pengajar S-2 di berbagai program MBA di Jakarta adalah orang-orang yang sama. Perusahaan bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang sama dengan biaya yang lebih terjangkau. Disamping itu program ini bisa diminta untuk diselaraskan dengan kebutuhan perusahaan. Sebelum lulus, para peserta diharuskan membuat projek yang berdampak positif kepada perusahaannya. Jadinya ilmu yang dipelajari bisa berguna bagi perusahaannya. Sinar Mas sudah melaksanakannya, dan dipercaya akan segera diikuti oleh perusahaan lainnya yang yakin akan potensi Human Energy.

Jadi bagaimana jawaban anda atas pertanyaan diatas ?


Penulis adalah pemerhati strategi bisnis dan penemu konsep 6C2 The Ice-Berg Strategy. Dapat dihubungi di   danielbusinessdoctor@gmail.com

Sumber link: http://www.konsultasibisnis.com/index.php/artikel-konsultasi-bisnis/4-menimbang-manfaat-corporate-university-di-saat-krisis-ini
Selengkapnya »»  

Kamis, 29 November 2012

Ini Curhat Bekas Penyidik KPK tentang Abraham Samad

Selasa, 27 November 2012 | 19:27 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali berkeluh kesah soal institusi lamanya. Kali ini mereka tak menumpahkan unek-uneknya di hadapan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, melainkan kepada wartawan.

Salah seorang di antaranya, yang juga hadir ketika mereka dipanggil DPR pada Rabu pekan lalu, adalah Komisaris Hendy Kurniawan. Di Balai Wartawan Mabes Polri hari ini, Selasa, 27 November 2012, dia menceritakan lagi pertemuan di DPR.

Menurut Hendi, awalnya anggota Dewan bertanya tentang alasan dia dan rekan-rekannya mundur dari KPK. Hendi pun mengatakan memilih kembali ke Polri pada 1 November lalu dengan alasan kondisi internal komisi antikorupsi yang sudah tak kondusif.

”Saya mundur bukan terkait simulator,” kata Hendi, merujuk kasus simulator kemudi yang memanaskan hubungan KPK dan Polri.

Hendi sudah enam tahun bertugas di KPK. Dia mengalami era Taufiequrachman Ruki, Antasari Azhar, dan setahun bersama Abraham Samad. Menurut dia, periode Tumpak dan Antasari taat terhadap standar operasional prosedur. Namun, kondisi berbeda dirasakannya pada masa Abraham.

”Periode Antasari cukup taat aturan SOP. Perkara dibangun melalui ekspose perkara antara penyidik, jaksa penuntut umum, dan pimpinan. Pimpinan bisa membangun pengetahuan penyidik,” kata Hendi.

Menurut Hendi, Abraham sering mengabaikan prosedur. Seperti saat penetapan Miranda Swaray Goeltom dalam kasus suap cek pelawat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 dan Angelina Patricia Pingkan Sondakh dalam kasus suap pembahasan anggaran pendidikan di DPR pada 2011.

"Saat itu Samad tidak melalui mekanisme SOP. Penyidik dan jaksa berkeyakinan tak ada alat bukti dalam kasus Miranda. Dan kami sudah tuangkan itu dengan notulen. Saat gelar perkara memang tidak ada alat bukti, tetapi Samad serta-merta mengumumkan kepada publik bahwa Miranda tersangka," kata lulusan Akademi Kepolisian 2000 ini.

Dalam kasus Angie, Abraham mengumumkannya sebagai tersangka tanpa ada surat perintah penyidikan. “Penetapan Angie dan Miranda langsung instruksi dari Abraham Samad dengan berkata, ''Saya ini jenderal. Saya yang bertanggung jawab, kamu tinggal laksanakan’,” kata Hendi.

Saat penyidikan kasus suap cek pelawat, Hendi mengaku pernah hendak ditarik ke Mabes Polri. Kala itu, Hendi merupakan penyidik kasus suap cek pelawat dengan tersangka Nunun Nurbaetie, istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun. KPK sedang mengembangkan penyidikan terhadap Miranda.

Menurut Hendi, dia dan sejumlah penyidik tidak sependapat dengan penetapan Miranda sebagai tersangka karena tidak cukup bukti dan tidak sesuai SOP. Namun Abraham tetap mengumumkan Miranda sebagai tersangka.

”Apakah kemudian kami mau melakukan itu? Kami digaji oleh rakyat, kami tidak mau munafik, kami punya beban moral untuk berkata sebenarnya. Jangan kemudian kami digaji besar, kami tidak profesional. Kami ingin menunjukkan bahwa saya mampu," kata dia menjelaskan. “Hanya mungkin Abraham Samad cari popularitas murahan dengan mengobral janji-janji di DPR.”

Hendi mengaku menentang keputusan Abraham. Bahkan, karena saking marahnya, pernah menunjuk-nunjuk ke arah Abraham. Karena sengkarut itu, Hendi pun hendak ditarik ke Polri pada Maret lalu. Namun penarikan tersebut batal. “Samad pernah usahakan saya agar keluar dari KPK dengan melapor ke Kapolri,” kata Hendi.

Dia mengatakan pimpinan KPK periode ketiga ini bekerja sesuka hati dan tak profesional. "Kalau sekarang yang terjadi ini saya sampaikan ke DPR adalah untuk menyelamatkan KPK. Ini KPK sudah rawan karena kompetensi pimpinan, terutama di bawah Abraham Samad, sudah di luar harapan kami dari awal."

Penilaian berbeda dikemukakan Ajun Komisaris Besar Yudhiawan. Meskipun di Balai Wartawan keduanya duduk berdampingan, Yudhiawan mengatakan penyidikan dan penyadapan di KPK sudah sesuai aturan. "Kalau yang saya alami, semuanya sudah tepat," kata Yudhiawan.

Sebagaimana Hendi, Yudhiawan sudah lebih dari enam tahun bertugas di KPK. Dia terakhir menangani kasus suap wisma atlet di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Setelah itu, dia menjadi staf di Bagian Supervisi dan Koordinasi KPK.

Selepas dari KPK pada September lalu, Yudhiawan sekarang bertugas di Bareskrim Polri dengan jabatan Kepala Sub-Direktorat IV Tindak Pidana Korupsi. Demikian pula Hendi, yang kini berdinas di Bareskrim.

Ketua KPK Abraham Samad enggan menanggapi “curhat” bekas anak buahnya. “Saya no comment. Biar publik yang menilai,” katanya saat dihubungi.

RUSMAN PARAQBUEQ | TRI SUHARMAN

Selengkapnya »»  

Siapa & Apa: DRS. IR. H. SUTAN BHATOEGANA, MM




Sutan Bhatoegana (lahir di Pematang Siantar, 13 September 1957; umur 55 tahun) adalah anggota DPR periode 2009 - 2014 yang berasal dari Partai Demokrat mewakili Sumatera Utara daerah pemilihan I[1]. Ia saat ini bertanggungjawab sebagai anggota Komisi VII.

DAERAH PEMILIHAN, PEROLEHAN SUARA & JUMLAH KURSI DI DP
RIWAYAT PENDIDIKAN
  • SDN 12 Padang Sidempuan (1970)
  • STN 1 Pematang Siantar (1973)
  • STM I Medan (1976)
  • Akademi ATN - Yogyakarta (1982)
  • STIE Jakarta (1996)
  • STT NAS Yogyakarta (1997)
  • S2, STIM-J Jakarta (2004- Skrg)
PENGALAMAN/JABATAN DI ORGANISASI
  • Kasie II Yon V Mahakarta ATN Yogyakarta (1972 - 1992)
  • Ketum Batak Islam Cilacap - Jateng (1990 -1994)
  • Sekretaris ICMI ORSAT Cilacap - Jateng (1990 -1994)
  • Ketum Alumni STTNAS Yogyakarta (1997 - sekarang )
  • Wasekjend Partai Demokrat (2001 -2005)
  • Penasehat Generasi Muda Demokrat (2004 - sekarang)

RIWAYAT PEKERJAAN
  • Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2004 - sekarang)
  • General Manager - PT.TTP (Jakarta) (1983 - 2001)
  • Komisaris PT.Brownindo Binanusa Jakarta (1996 - 2006)
  • Managing Director PT.DMT Jakarta (2001 - 2004)
  • Vice President PT.Timas Suplindo Jakarta (2003 - 2004) 
  • Berita tentang
Selengkapnya »»  
Terimakasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat