NKN NEWS STICKER
Sabtu, 09 Juni 2012
Sabtu, 02 Juni 2012
Tak Jadi Pulang,Kamasean Mattews Diselamatkan Kualitasnya
Bila prediksi saya Kamasean Matthews atau di
ajang Indonesia Idol (I-2) lebih dikenal dengan nama SEAN akan masuk dalam 2
besar bahkan SEAN akan menjadi juara, ternyata Indonesia menilai lain. Penilaian
yang didasarkan kuantitas SMS yang dikirim audience itu memilih SEAN harus
pulang malam ini (1/6).
I-2, boleh dikatakan sebagai ajang adu kualitas,
permainan dan bisnis dan secara keseluruhan I-2 adalah media entertain sehingga
tak perlu kaget dengan keputusan-keputusan yang akan terjadi. Namun bila kita
mau menyoroti apa sebenarnya yang terjadi dengan kuantitas dan kualitas. Dimana
keduanya tak lepas dari faktor like and dislike. Namun harus bisa secara tegas
dibedakan, bahwa kecenderungan pemilih yang melibatkan banyak orang sehingga
menjadi satu keastuan akumulasi angka-angka adalah unsur kuantitas.
Kembali pada peristiwa dramatis yang dialami Sean
semalam dimana Indonesia telah memilih Sean harus pulang, karena dukungan SMS
yang diperoleh berada pada urutan terbawah. Semua tentu tidak akan menolak
kalau Sean memiliki suara yang baik, excelent , pokoknya layaklah dia menjadi
Indonesian Idol bahkan bisa bersaing dengan penyanyi-penyanyi manca negara.
Tetapi dalam ajang I-2 itu tidak cukup. Sean harus bisa "merayu" atau
memperbanyak 'mesiu" SMS untuk dapat menggapai mimpi-mimpinya itu.
Saat sang presenter , Daniel mengatakan keputusan
Indonesia bahwa Sean harus undur diri dari ajang spektakuler selanjutnya, namun
"mukzizat" itu datang. Kali ini para juri Ahmad Dhani, Agnes Monica
dan Anang Hermansyah (tripel-A) benar-benar menggunakan hak vetonya untuk
memberikan kesempatan satu kali minggu depan kepada Sean berkompetisi dengan 4
rivalnya, Yoda, Dion, Febri dan Regina. Ini berarti juri benar-benar
menggunakan hak kompetensinya dibidang menyanyi kepada Sean. Karena
teknis-teknis bernyanyi secara keseluruhan telah dimiliki oleh Sean, bahkan
Sean layak menjadi bintang I-2.
Jadi, prediksi saya sebenarnya tidak tepat minggu
lalu, karena Sean yang sama sekali tidak saya sangka akan menjadi
"underdog" malam ini ternyata Indonesia memang benar-benar tidak
memilih Sean malam ini. Namun disisi lain , karena prediksi itu terkait dengan
masalah kualitas yang dimilki oleh Sean, maka Sean masih bisa selamat malam ini
dan tidak menutup kemungkinan nanti akan menjadi number one dalam ajang berikutnya. Dan
saya mungkin juga Anda setuju bila juri memberikan hak vetonya kepada Sean.
Terlepas dari itu semua , harus diingat ini
adalah sebuah permainan dan tidak menutup kemungkinan sudah diskenariokan oleh
mereka-meraka yang sangat berkepentingan dalam ajang I-2, siapa ? ya tentu
operator atau vendor pooling SMS. Karena keterlibatan mereka sebagai sponsor
dalam ajang ini adalah mutlak, dengan 2000 rp per SMS yang diakumulasikan oleh
penggemar I-2 dapat mengeruk keuntungan yang besar. Termasuk produsen salah
satu produk HP, akan terus melanjutkan petualangannya dalam memperpanjang hak
sponsornya minggu depan agar audience semakin berloma duduk di depan tv
dan berSMSria!Tetapi ingat, kualitas memang layak dipertahankan!*Nangkris
Selasa, 29 Mei 2012
"Bukan" Keterkaitan Daerah Dan Nama
Konon nepotisma alias koncoisme terkadang dikaitkan dengan berasal dari daerah yang sama, kadang juga ditafsirkan karena kesamaan nama,kesamaan alumni atau pokoknya yang kalau dimemper-memperkan memang gathuk. Seperti dalam perusahaan tikar pandan kali ini sebut saja PT. Mediaturu yang CEonya dipimpin oleh Soetikno yang asli dari Jawa Timur. Sementara direksi-direksinya meski hampir 75% adalah orang Jawa Timur tetapi ada juga yang dari Batak.
Ada sedikit pergunjingan dalam pergantian direksi ditubuh PT Mediaturu. Direktur Anyaman yang sebelumnya dijabat oleh Cecep Sutisna yang asli Jawa Barat kini digeser oleh Sumarno , karyawan karier dari pacitan. Gunjang ganjing itu ditengarai Sumarno dulu bertetangga dengan Soetikno di sebuah Desa di Pacitan. Bahkan satu alumni saat mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ternama.
Sementara Direktur Pengadaan Bahan Dasar Tikar yang sebelumnya dijabat oleh Andi Andi kini digantikan oleh Bimo Tanjung. Nah ini justru menimbulkan pergunjingan yang cukup ramai. Pertama debut, Bimo Tanjung dalam perusahaan yang masih tak seberapa lama, masih terlalu muda. Karir pria muda ini memang seperti sudah disiapkan oleh Soetikno. Kono saat menjabat VP Humas di Mediaturu, sepertinya jabatan itu dipaksakan. Konon untuk menjabat sebagai Direktur sebelumnya harus mereka yang telah menjadi VP. Makanya karir Bimo saat ada perombakan direksi langsung berkibar. Bimo menyalip rekan selevelnya. Salah seorang dari rekan selevelnya dulu bahkan menghembuskan aroma provokasi bahwa Bimo masih kerabat deka Bakar Tanjung yang pernah memimpin partai Galau Karepmu (GALKAR) partai besar di Republik Apaadanya ini.
Tetapi berita-berita miring itu tidak pernah bisa dipertanggungjawabkan karena sumbernya tidak jelas apalagi CEO Soetikno mempunyai hak penuh untuk mengangkat pembantu-pembantunya di jajaran direksi. Istilah pejabat titipan dari pusat lah, kerabat dekat Presiden Bayasura lah, pokoknya isue-isue yang berdar itu membuat karyawn perusahaan di PT.Mediaturu jadi bingung. Jangan-jangan memang masih ada nepotisme itu. Tetapi setidak perlu juga dicermati apa yagg menjadi hembusan isue di lapisan bawah. Karena nepotisme dikhawatirkan menghilangkan profesionalisme.
Dalam sambutannya CEO PT. Mediaturu Soetikno berkali-kali menyampaikan bahwa komposisi direksi sekarang ini memnag berkiblat pada profesionaisme"Tidak ada nepotisme,koncoisme, saya yakin atas pilihan ini akan dapat membawa Mediaturu menjadi perusahaan yang EBITDAnya terus tumbuh" kata Soetikno. Bahkan Soetikno begitu yakin bawa bahan tikar pandan masih menjadi primadona orang pedesaan yang jumlahnya jutaan orang"Terus tingkatkan kualitas tikar pandan kita , karena itu yang dapat membangun perusahaan ini terus tumbuh" tegas Soetikno. Seperti disampikan Bimo Tanjung saat menjabat VP Humas bahwa peluang ekpor tikar pandan justru di negara-negara Eropa.
Apalah perlunya membahas kesamaan kesamaan nama,daerah yang sama ataupun sesama alumni? Biarlah hasil yang akan bicara. Apakah keraguan karyawan selama pergantian direksi baru ini terbukti, PT.Mediaturu justru antiklimak menjadi peruhaan yang tinggal nama? atau sebaliknya akan mengalahkan produk karpet Turki apalagi hanya produk karpet dalam negeri. Kita lihat nanti*Nangkris
Minggu, 27 Mei 2012
"Membidik" Indonesian Idol 2012
Oleh:Nanang Kristyo Nangkris
Selengkapnya »»
Menjadi idola adalah dambaan setiap orang dan tidak mudah untuk mejadi orang yang diidolakan. Dalam ajang tarik suara , adalah Indonesian Idol merupakan ajang untuk menjadi seorang tokoh penyanyi yang didiolakan. Tetapi ingat, dalam kompetisi Indoneisan Idol (I-2) ada dua penilai. Pertama adalah penilai kompetensi yang bisa disebut sebagai komentator. Orang-orang yang duduk sebagai komentator sudah tidak perlu diragukan dalam bidang tarik suara, sebut saja Ahmad Dhani, Agnes Monica dan Anang Hermansyah.
Sedang penilai kedua adalah para pemuja sang calon idola. Mereka berebut berpacu dalam pengiriman SMS untuk memberikan dukungan kepada sang calon Idola. Penilai ke dua ini teridiri dari para fans fanatik sang calon idola , keluarga dan orang-orang terdekt yang tentunya sangat tergantung dari kekuatan finansial untuk terus dapat berpacu dalam pengiriman SMS. Kono sang calon idola juga mempunyai effort yang kuat untuk memberikan modal atau sokongan pembelian pulsa untuk SMS agar dapat menjadi idoal yang terpilih berdasarkan jumlah dukungan melalui SMS yang mempunya keputusan mutlak!
Saya tidak akan berputar-putar disitu. Sesuai judul diatas saya akan mencoba membidik siapa sebenarnya calon I-2 2012 mendatang? Sebagai info awal saat saya menulis ini tinggal 5 idola lagi berarti akan ada 3 orang yang akan dieliminasi dan meninggalan karantina I-2. Siapa? saya dapat ramalkan yang akan menyusul Rosa minggu lalu adalah antara Dion dan Yoda. Kenapa? naluri saya mengatakan bahwa mereka adalah penyanyi-penyanyi standart lokal. Dion, yang relatif hanya enak didengar tatkala menyanyikan lagu beriramakan swing yang mendayu-dayu seperti suara Frank Sinatra.
Tetapi ingat, menjadi I-2 tidak hanya bisa nikmat menyayikan lagu dalam irama tertentu, dia harus general!, makanya saya melihat Dion tidak memiliki itu! tetapi saya sangat suka dengan tipikal suaranya yang mantab di area irama swing.
Yoda. Yoda sebenarnya tidak memiliki ciri khas yang jelas. Ini bolak balik seperti disampaikan oleh Ahamd Dani. Bahwa Yoda tidak bisa memilki suara khasnya saat membawakan lagu. Dan menurut saya Yoda seperti penyanyi biasa yang seharusnya tidak berkaliber I-2, tetapi kekuatan Yoda ada pada kharismanya. Dengan packeging atau balutan performance dari rambutnya yang ikal seperti mie rebus dan nyaris kribo, itu saja.
Maka kesimpulannya, setelah Rosa kemarin pulang, maka antara Dion dan Yoda nanti akan menyusulnya minggu depan. Coba kita lihat nanti!
Lalu siapa yang akan berjaya di 2 besar I-2 2012? seperti gambar yang saya rancang sesuai urutan maka Sean kemudian Regina dan Febri dengan komposisi perolehan suara Sean=60% , Regina 30% dan selebihnya Febri=20% atau Sean akan memiliki probabilitas peluang sebesar 85% Regina mungkin bisa 60% dan Febri kurang dari 50% atau bisa hanya 40%.
Kenapa harus Sean? Ya Sean masih begitu muda dan telah memiliki keahlian mengolah suara dan saya yakin Sean telah siap untuk go internasional! Kenapa bukan saya memilih Regina? Ya, suara Regina beda-beda tipis dengan Sean, tetapi ingat usia Regina yang lebih senior dari Sean merupakan posisi yang tidak menguntungkan bagi Regina. Febri? Febri belum siap go internsional rupanya, karena penguasaan bahasa asingnya yang masih jauh dari Sean!
Tetapi semua bisa berbalik 180% karena relatifitas hasil yang memutlakkan hasil poling SMS daripada kualitas dan kompetisi dalam bidang tarik suara. Tidak apa-apa, semua orang adalah seorang Idola, bagi pacarnya, bagi isterinya, bagi suaminya dan tentu bagi keluarganya! Okay? Mari kita lihat apakah benar Sean akan menjadi juara 1 disusul Regina diposisi ke2 , kita tunggu.Tentu Anda punya pandangan lain*Nangkris
Sabtu, 26 Mei 2012
Kangen Eko Sarjono - Kisah Pisau Belati (habis)
Waduh sorry Jon memoryku sempat blank karena kesibukan di kantor. Ngurus tamu ya jualan Speedy juga. Tapi pasti kamu ingat cerita kita tahun 80-an menjelang perpisahan karena kelulusan SMA KITA! Coba baca! Salam kangen , mudah2an lebaran kita bisa bertemu!
Kisah Pisau Belati
Cerita paling melekat dalam memoryku dengan Eko Sarjono adalah ketika "perang" melawan mandor tebu. Suatu ketika habis ujian praktek olah raga kelas 3 SMA , aku dan Jon berniat mengambil tebu di "embong kidul". Karena bayangkan saja kenikmatan makan dan menggiling air tebu lewat mulut sehabis olah raga! jadi kami seperti orang gila dan rakus, karena haus.
Sebelum berangkat kami telah menyiapkan segala sesuatu, goni untuk tempat tebu dibawa pulang nanti termasuk pisau. Nah untuk mendapatkan pisau yang tajam , tidak ada satu-satunya , kecuali punya bapaknya Jon. Belati berukuran agak besar dan tebah sehingga gampang menebas setiap potong tebu. Namun usaha untuk mendapatkan pisau itulah yang susah.
Habis sholat lohor , P Soekram (bapaknya Jon) tertidur pulas di kamar. Nah pisau itu terletak di dinding seberang tempat Pak Soekram tidur. Jadi penuh kehati-hatian Jon mengambil pisau yang merupakan barang kesayangan dan tak seorangpun boleh menggunakannya tak terkecuali Jon. Kalau ada yang menggunakan pisau itu pasti P Soekram akan marah-marah! Bayangkan kalau sedang mengasah, bisa seharian P Soekram berada di ungkalan belakang rumahnya dekat sumur, di bawah pohon belimbing wuluh.
Tapi upaya Jon tidak sia-sia, karena kini pisau itu sudah di tangan dan siap berangkat ke embong kidul. Kami merangsak ke dalam hutan tebu yang lagi bernas-bernasnya. "Krasak" satu pohon tebu ditebas...kemudian kami makan sepuas-puasnya di salam hutan tebu, termasuk goni sudah penuh dengan potongan tebu dan oleh-oleh untuk orang-orang di rumah.
Namun sial. Mandor tebu telah berada di ujung jalan dan rupanya dia telah menunggu 2 jagoan pemberani makan tebu rakyat! TRI (tebu rakyat Intensifikasi)
"Mana pisaunya!" kata mandor
"Tak bisa, ini punya bapak saya" kata Jon agak pucat.
"Kamu tahu ini tebu rakyat, bukan tebu pabrik. Ini ada yang menanam , tahu! kok enak kamu makan dan membawa pulang!" kami semakin terpojok, dan pisau telah beralih tangan, dan mandor itu dengan santainya membawa belati bagus milik Pak Soekram. Sementara Jon berlari dan aku mengikutinya.Kemana Jon?
Ternyata Jon yang aku kenal petualang itu panik juga, apalagi aku, membayangkan bagaimana p Soekram tahu nanti? Ternyata Jon mengambil senapan angin dan lari terbirit-birit menuju lokasi mandor yang masih santai di bawah pohon asam pinggir ladang tebu yang cukup luas itu! Sayang Jon terlalu cepat mengambil tindakan. Belum mendekat dia sudah menelorkan 2 peluru senapan angin , terang saja mandor itu meloncat dan mengambil sepeda kebonya , mengengkol dengan ngawur menghidar peluru sebiji jangung yang terbuat dari timah. Satu peluru rupanya mengena di bokong mandor, terlihat sekali dia memegangi pantanya dan agak terhuyung-huyung, kami tidak peduli dan terus mengokang senapan angin Benyamin itu.
Kami terus berlari mengejar mandor itu untuk mendapatkan pisau, sementara mandor semakin jauh meninggalkan kami dan tak terjangkau. Jon semakain pucat dan takut. Aku tak bisa bayangkan anak setegar ,segagah Jon kelihatan begitu lemas karena tajut dan kelelahan.
Angin di sudut Sidomukti mengantar kami pulang , hanya semilir angin itulah yang dapat sedikit menenangkan gejolak hati kami berdua disaksikan pohon asam yang ikut semakin masam!Aku kasihan dan juga merasa bersalah.Aku yakin Jon sudah siap dengan "murka" bapaknya karena pisau kesayangannya itu telah amblas disita mandor tebu.-habis-*Nangkris
Angin di sudut Sidomukti mengantar kami pulang , hanya semilir angin itulah yang dapat sedikit menenangkan gejolak hati kami berdua disaksikan pohon asam yang ikut semakin masam!Aku kasihan dan juga merasa bersalah.Aku yakin Jon sudah siap dengan "murka" bapaknya karena pisau kesayangannya itu telah amblas disita mandor tebu.-habis-*Nangkris
Minggu, 29 April 2012
Revolusi strategi
By M. Suyanto,STMIK AMIKOM Yogyakarta
Selengkapnya »»
Ahli
strategi, Gary Hamel melakukan survey terhadap 500 CEO ditanyai
tentang, “Siapa yang paling banyak mengambil keuntungan dari perubahan
lingkungan bisnis industri dalam 10 tahun terakhir; Apakah pendatang
baru, pesaing tradisional atau perusahaan Anda sendiri?” Jawaban nomor
satu adalah “pendatang baru”.
Mereka
kemudian ditanya “Apakah pendatang baru tersebut berhasil memenangi
persaingan dengan mengambil tindakan lebih cepat atau bisa mengubah
peraturan permainan?” Sejumlah 62 % CEO mengatakan “pendatang baru
mengubah peraturan permainan”. Namun para CEO dari perusahaan yang lama
berkata “masalah kami adalah eksekusi” atau lebih buruk lagi adalah
“strategi itu mudah, yang sulit impementasinya”.
Hal
ini didukung dengan pernyataan Bill Gates, bahwa “Microsoft selalu dua
tahun jauhnya dari kegagalan”. Apa yang dikatakan Bill Gates menunjukkan
bahwa persaingan pada saat ini membuat siklus hidup produk semakin
menyempit, demikian pula siklus hidup strategi juga semakin pendek.
Dengan demikian konsep bisnis apapun, bahkan yang luar biasapun akan
segera kehilangan efisiensi ekonomi. Perbedaan antara menjadi pemimpin
dan pengekor dalam industri tidak dapat lagi diukur dengan dasa warsa
atau sepuluh tahun, tetapi sudah harus dalam tahun atau bulan. Saat ini
tidak bisa lagi strategi untuk satu dasa warsa, tetapi strategi hanya
untuk tahun demi tahun yang mengikuti putaran persaingan yang semakin
cepat.
Pendatang
baru yang mempunyai aturan permainan baru, misalnya adalah Hotmail.
Strategi Hotmail untuk merebut jutaan peselancar dunia maya, dengan
melalui e-mail yang didukung iklan gratis untuk menempatkan situs web di Hotmail tersebut.
Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh American On Line (AOL)
pada saat pertama kali meraih konsumennya, yaitu dengan besar-besaran
melalui disket pendaftaran ke AOL. Dana yang lebih besar dan kemampuan
yang lebih tidak di AOL tidak cukup untuk memenangkan persaingan dengan
Hotmail. AOL hanya meraih 18 juta pelanggan. Sedangkan Hotmail dari 0
menjadi 10 juta pelanggan. Pada pertengahan 1999, menggelembung menjadi
40 juta dan akhirnya Hotmail menjadi sasaran akuisisi utama Microsoft.
Charles
Schwab dan Fidelity mengubah permainan baru dalam bidang keuangan dan
perbankan yaitu dengan menganggap bahwa nasabah bank tersebut bukan
hanya nasabah tetapi juga investor. Maka yang terjadi dalam dasa warsa
terakhir, bank-bank kehilangan hampir separuh pangsa pasar pada aset
finansial rumah tangga direbut pemain baru, seperti Charles Schwab dan
Fidelity.
Kata seorang CEO “Dulu, saya menghabiskan sebagian besar waktu tentang bagaimana-bagaimana kami mengerjakannya? Bagaimana kami mengoperasikannya? Bagaimana efisiensi kami?.
Sekarang saya lebih banyak menghabiskan waktu memikirkan apa-kesempatan
apa yang dapat dikejar? Aliansi apa yang dapat dibentuk? Teknologi apa
yang bisa mendukung? Eksperimen apa yang harus dimulai?
Inti utamanya adalah ketika perusahaan telah memeras hingga 5 % efisiensi terakhir dengan bagaimana, maka orang lain akan menciptakan apa yang baru atau membuat aturan permainan baru. Itulah revolusi strategi untuk meraih kemenangan di era persaingan pada dasa warsa terakhir ini yang penuh dengan kesulitan.
Rabu, 25 April 2012
Kangen Eko Sarjono (III)
...Di embong kidul itulah kami menghabiskan waktu belajar menghadapi ujian
dan saling melakukan pertanyaan yang diprediksi akan keluar dalam ujian
SMP (1978). Sesekali apabila ada pedati lewat dalam kondisi kosongan,
kami berhenti belajar dan menumpanginya sampai beberapa jarak, kemudian
berjalan kemabli ke tempat yang rindang , "kampus" kami berdua...
Kalau bicara perbedaan antara aku dan Jon sebagai seorang sahabat, tentu banyaklah. Sama-sama kurus, tetapi mungkinaku lebih kurus dan lebih kecil. Sesekali tanpa disadari secara berkala kami saling mencari tempat yang rata untuk membandingkan tinggi badan, tentu itu atas permintaanku karena aku ingin mengejar kekurangan 3cm dari tinggi Jon. Tetapi tetap saja aku kalah tinggi.
Kalau penampilan , terusterang sepertinya aku lebih rapi, dan aku memang terkenal siswa yang rapi. Mulai dari sisiran rambut yang selalu berminyak pomade yang kental , bila siang hari yang panas melelehlah keringat hingga membasahi dahi. Cara berpakaiankupun sangat jauh dengan Jon. Meski dari baju dengan bahan yang sama, tetapi aku selalu bersusah payah agar baju yang melingkar dicelana sekolah itu selalu rapi dan tidak kendor. Sementara Jon memang tidak serapi aku bahkan mungkin lebih acak-acakan, tetapi aku senang melihatnya demikian, karena rasanya Jon justru tidak pantas kalau harus rapi. Untung kamu cakep Jon!
Kesamaannya? Ya sama-sama dari kelas ekonomi menengah, yang sepengetahuanku selalu mengalami banyak kendala dalam membayar uang SPP, meski tetap melunasinya. Sama2 memiliki rasa humor yang tinggi, sama-sama senang menjaili orang. Tetanggaku hampir pingsan gara-gara guling dibungkus mukena (ruko') kemudian ditali dan dikerek dekat pohon asam kuburan, seketika tetanggaku itu lewat, kemudian guling yang serba putih itu dilepas...tidak ada suara , kecuali seorang ibu tua duduk lemas persis dekat guling itu!
Hampir kegiatan sekolah dan bermain aku habiskan dengan Eko Sarjono, karena kami saling bisa mengontrol, kadang Jon yang mendatangiku dan sebaliknya. Tetapi ada sesuatu yang mungkin belum aku tanyakan pada Jon, mengapa bila dia bermain tanpa aku atau mungkin dengan teman sepermainan yang lain kadang selalu ada musibah. Suatu ketika Jon pernah terkait sebuah besi yang seperti bentuk kail ikan tetapi terbuat dari besi baja yang sudah mengarat. Entah apa yang dilakukannya hingga besi itu merobek pahanya hingga berdarah-darah. Untungnya tidak jauh dari rumahku, hingga aku tahu benar luka yang menganga itu! Mungkin sampai sekarang luka itu membekas.*Nangkris, Gbr: Eko Sarjono dalam reuni SMA tahu 2008 di rumah salah seorang teman kami - bersambung
Langganan:
Postingan (Atom)






