NKN NEWS STICKER

Akibat imbas debu vulkanik gunung Kelud, di Mojokerto kini langka masker. Bahkan dibeberapa apotik dan swalayan juga habis

Jumat, 14 Februari 2014

Masker, Mulai Langka

Di Mojokerto keberadaan masker mulai langka. Hal ini sebagai imbas meletusnya gunung Kelud di Kediri yang juga abu vulkanisknya merambah sampai di kota onde2 ini. Di sepanjang jalan nampak tumpukan debu , sesekali berterbangan dihembas angin dan kendaraan yang lewat. 

Di beberapa kantor , termasuk di Telkom Mojokerto telah dibagikan masker. Hal ini sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan saat karyawan keluar ruangan kantor. Karena di halaman kantor sendiri juga debu2 berjibun , meski sebagian telah dihempas kucuran air oleh para OB.

Kelangkaan masker ini ternyata juga dirasakan dibeberapa lokasi di sekitar Mojokerto. Banyak terlihat beberapa apotik diserbu pembeli yang tak lain mencari masker. Sampai sore ini suasana  di kota Mojokerto mendung dan sedikit berkabut, kemungkinan sebagai dampak debu vulkanik.***NKM
Selengkapnya »»  

Abu Vulkanik Lebih Berbahaya Dari Debu Biasa


Aktivitas gunung berapi yang meningkat selalu dibarengi dengan semburang abu vulkanik, dalam waktu terakhir beberapa gunung berapi di Indonesia menunjukan peningkatan aktifitas vulkaniknya yang paling parah adalah Merapi yang terkenal dengan wedus gembelnya, selain itu Anak Krakatau, Semeru, Papandayan dan beberapa lainnya juga meningkat.

Lalu seberapa berbahaya abu vulkanik bagi kesehatan? tentu berbahaya bila kita menghirupnya. Abu vulkanik diketahui bisa menyebabkan iritasi mata, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pada kulit.

Menurut dr Andreas Dewanto, dokter Puskesmas Ngemplak, Sleman, yang bertugas di Posko Glagahmalang, dan kini berpindah tugas ke Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, kandungan abu vulkanik sangat berbahaya. “Kandungan material dari abu yang dimuntahkan itu mengandung S102 atau pasir kuarsa yang biasa digunakan untuk membuat gelas,” katanya.

Bentuk pasir kuarsa itu tidak bulat layaknya debu biasa. Di bawah mikroskop, pasir kuarsa itu tampak berujung runcing. Ini tentunya bisa melukai saluran pernapasan, mata, bahkan kulit. “Jadi partikelnya memang membahayakan.” Selama berada di Posko Glagahmalang, Desa Glagah Harjo, Andreas mengatakan anak-anak berusia 2-12 tahun adalah   korban yang paling banyak terkena dampak abu vulkanik. “Keluhannya paling banyak infeksi saluran pernapasan akut, batuk, pilek, dan iritasi mata,” kata Andreas.
Sementara itu, menurut Heru Trisno Nugroho, Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah dr Sardjito, pada hampir mayoritas korban awan panas letusan Gunung Merapi yang dirawat di rumah sakit tersebut, sebagian besar dari mereka mengalami trauma inhalasi karena saluran pernapasan terbakar.Mereka kesulitan bernapas, sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Masalahnya, Heru mengungkapkan, saat ini rumah sakit kekurangan alat bantu pernapasan itu. Stok alat di rumah sakit menipis, sedangkan jumlah korban terus naik. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kalau ada alat itu, segera dikirim,” dia menerangkan.
Saat meletus, gunung berapi memang umumnya menyemburkan uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), dan abu vulkanik ke atmosfer. Abu vulkanik mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluoride. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah.
Sangat tajam dan bahaya bagi paru2 serta bisa membuat iritasi
Dr Mukhtar Ikhsan, SpP(K), dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, yang dihubungi Tempo, mengatakan, khusus silika, sebenarnya memang ada di sekitar kita, dan sangat mungkin terhirup dalam kondisi normal. “Tapi kan intensitasnya tidak besar, dan kalaupun terpapar tidak terus-menerus seperti saat bencana seperti Merapi kini,” kata Mukhtar.
Dengan intensitas tinggi, bisa jadi bulu-bulu hidung tak cukup kuat menahan serangan partikel polutan berbahaya. Belum lagi ada kemungkinan suhu panas dan gas-gas beracun yang mungkin ikut keluar bersama abu vulkanik. Akumulasi silika dalam paru-paru bisa mengakibatkan silikosis yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru. “Silikosis umumnya menyerang pekerja tambang. Namun mereka terserang silikosis karena paparan silika konsentrasi tinggi dari jangka waktu yang lama,” kata Mukhtar.

Muhktar khawatir terhadap kondisi pengungsi yang mungkin mengalami stres, kurang istirahat, dan kurang makanan bergizi, sehingga akan mengakibatkan daya tahan tubuh pengungsi turun. Lemahnya daya tahan tubuh para pengungsi ditambah paparan silika bisa membuat infeksi semakin mudah menyerang.
Pernapasan memang paling mudah terpengaruh oleh abu vulkanik. Tapi besar-kecilnya dampak abu vulkanik sebenarnya bergantung pada sejumlah faktor, seperti konsentrasi partikel di udara yang sebaiknya kurang dari 10 mikron dalam diameter, frekuensi dan lama pemaparan, kandungan abu, cuaca, serta kondisi kesehatan seseorang.
 Cara sederhana menghindari paparan abu adalah menghindari sumber polusi dengan mengungsi. Orang dengan penyakit pernapasan atau hanya gejala harus meninggalkan area paparan tinggi abu vulkanik. Jika konsentrasi silika melebihi batas yang direkomendasikan: lebih dari 50 mikrogram per meter kubik. Penggunaan masker menjadi suatu keharusan dalam kondisi tingginya tingkat polusi udara seperti dalam bencana Merapi. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Faisal Yunus, MD, PhD, FCCP, sejak letusan Merapi pertama pada 26 Oktober lalu, sudah memprediksi tingginya jumlah pengidap ISPA menyusul letusan Gunung Merapi.

Bukan hanya berbahaya bagi mahluk hidup tapi juga bisa merusak mesin pesawat
Faisal saat itu menjelaskan, ada sembilan jenis respirator yang direkomendasikan berdasarkan kemampuan menyaring partikel dengan ukuran 0,3 mikron atau satu per 1.000 milimeter, yaitu respirator 95 persen, 99 persen, dan 100 persen, serta kemampuan filtrasi terhadap minyak, yaitu tipe N (Non-resistant to oil), R (Resistant to oil), dan P (oil Proof). Masker bedah yang terbuat dari kertas atau kain yang banyak beredar sebenarnya hanya menutupi area sekitar hidung. Masker jenis itu memiliki keterbatasan filtrasi karena ada celah di sekitar hidung dan mulut yang memungkinkan tetap masuknya kuman dan polutan yang ada di udara. Respirator lebih memberi perlindungan ketimbang masker bedah. Respirator lebih melindungi dan menyaring partikel berukuran satu mikron. Alat ini terpasang pas di wajah dan berfungsi mencegah kebocoran.

Sayangnya, justru yang beredar di kalangan pengungsi Merapi adalah jenis masker bedah itu. Menurut Andreas, masker ini memang belum memenuhi standar keamanan tubuh manusia. Masker yang paling aman pada situasi sekarang ini, menurut dia, adalah masker jenis N95. “Ini masker mirip untuk pasien isolasi flu burung,” katanya. “Idealnya memang menggunakan respirator N95, tapi kan sangat mahal dan dalam kondisi darurat. Masker apa pun bisa digunakan daripada tidak sama sekali. Memang kurang nyaman, tapi penting dilakukan,” kata Mukhtar mengiyakan Andreas.
Untuk mata, Andreas menambahkan, sebaiknya masyarakat menggunakan kacamata goggle guna menahan abu. Pasalnya, kacamata ini bisa menutup rapat sekeliling mata, sehingga abu vulkanik tak akan masuk.
sumber: ruanghati.com

Kandungan abu vulkanik,kandungan abu merapi,kandungan debu vulkanik,kandungan abu vulkanik gunung merapi,komposisi debu vulkanik,kandungan gunung merapi,kandungan material vulkanik,dampak debu vulkanik dari letusan gunung merapi terhadap kesehatan paru-paru,kandungan abu vulkanik merapi,partikel bencana gunung merapi,dampak abu vulkanik gunung merapi,kandungan debu vulkanik merapi,kandungan silika dalam abu vulkanik gunung merapi,bencana merapi,unsur yang terdapat dalam abu vulkanik,perbandingan debu vulkanik merapi,unsur kimia abu vulkanik,gambar debu silica,komposisi abu vulkanik,kandungan kimia debu vulkanik.

Keterangan Gambar dari atas ke bawah : Abu Volkanis, Abu biasa, Korban ISPA, Kondisi Motor kena debu volkanis 


 
Selengkapnya »»  

Rabu, 12 Februari 2014

Detik-detik Haru Jelang Kematian Usman dan Harun

VIVAnews – Singapura keberatan dengan rencana Indonesia menstempel salah satu kapal perang barunya dengan nama Usman dan Harun (KRI Usman-Harun), dua pahlawan nasional RI yang mengebom MacDonald House di Orchard Road, Singapura, tahun 1965, pada periode konfrontasi Indonesia-Malaysia. Ketika itu Singapura masih menjadi bagian dari Malaysia.

Usman dan Harun dieksekusi mati di Singapura pada 17 Oktober 1968. Seluruh upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia – baik di masa kepemimpinan Soekarno maupun Soeharto – untuk menyelamatkan kedua marinir itu tak berhasil. Presiden Singapura menolak permohonan grasi atas Usman dan Harun yang diajukan pemerintah RI. Lobi Presiden Soeharto ke Singapura lewat PM Malaysia pun tak digubris.

Seperti dikutip dari toparmour.blogspot.com, permohonan Presiden Soeharto agar pelaksanaan hukuman gantung terhadap Usman dan Harun dapat ditunda satu minggu bahkan ditolak pemerintah Singapura. Padahal Soeharto ingin mempertemukan kedua anggota Pasukan Komando Operasional Khusus RI itu dengan orangtua dan kerabat masing-masing sebelum mereka mati.

Singapura benar-benar berang dengan ulah Usman dan Harun yang menewaskan 3 orang dan melukai 33 orang lainnya di Orchard Road. Negeri Singa menyatakan, Usman-Harun sengaja dikirim RI untuk menyusup ke Singapura, menyabotase dan merusak instalasi penting, serta meledakkan bom di tempat umum guna menciptakan kepanikan dan ketegangan. (Baca: Kisah Heroik Usman dan Harun)

Semua tindakan yang dilakukan Usman dan Harun tak lain atas nama negara Republik Indonesia. Saat itu pemerintah Indonesia di bawah Soekarno menentang penggabungan Federasi Tanah Melayu, Singapura, Brunei, Serawak, dan Sabah ke dalam satu Malaysia. Penyatuan Malaysia yang mendapat restu Inggris itu membuat geram Soekarno, dan berujung aksi pengeboman Usman-Harun di Singapura.

Tahu pemerintah RI tak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan Usman dan Harun, utusan pribadi Presiden Soeharto, Brigjen TNI Tjokropranolo, tiba di penjara Changi, Singapura, 16 Oktober 1968 – sehari sebelum tanggal pelaksanaan hukuman gantung Usman-Harun. Di penjara itu, terjadilan sebuah pertemuan yang mengharukan.

Melihat kedatangan Brigjen TNI Tjokropranolo, Usman dan Harun segera mengambil sikap sempurna seorang prajurit. Mereka juga memberi hormat kepada Tjokropranolo dan menyampaikan laporan lengkap soal aksi mereka di Singapura. Brigjen Tjokropranolo nyaris tak dapat menguasai diri melihat sikap tabah kedua prajurit pemberani itu.

Brigjen Tjokropranolo lantas menyampaikan pesan Presiden Soeharto kepada Usman dan Harun, yaitu keduanya diberi gelar pahlawan dan akan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia atas jasa-jasa mereka terhadap negara. Permintaan Usman dan Harun untuk dimakamkan berdampingan di Indonesia pun dikabulkan oleh Soeharto.

Pada kesempatan terakhir itu, Usman dan Harun menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden RI Jenderal Soeharto dan seluruh rakyat Indonesia yang telah berusaha membebaskan mereka dari hukuman mati.

Keesokan harinya, 17 Oktober 1968, Usman dan Harun dibangunkan oleh petugas penjara untuk sembahyang. Usai salat, Usman-Harun dengan tangan terborgol dibawa ke kamar kesehatan untuk dibius. Lalu dalam kondisi terbius, urat nadi mereka dipotong oleh dokter hingga keduanya lumpuh. Setelah itu, Usman dan Harun dibawa menuju ke tiang gantungan. Kedua pahlawan nasional RI pergi menghadap Sang Pencipta tepat pukul 06.00 pagi waktu Singapura.

Lautan manusia sambut Usman-Harun

Begitu penjara Changi mengumumkan hukuman mati terhadap Usman dan Harun telah dilaksanakan, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung. Warga Indonesia yang berada di Singapura datang berbondong-bondong ke Kantor Perwakilan RI dengan membawa karangan bunga untuk menghormati kedua prajurit mereka.

Ketika memasukkan jenazah Usman dan Harun ke dalam peti mati, pemerintah Singapura tidak mengizinkan bendera Merah Mutih yang dikirimkan pemerintah RI diselubungkan ke peti jenazah. Namun ketika kedua jenazah diterbangkan dari Changi menuju Jakarta, peti mereka telah diselimuti bendera Merah Putih.

Setiba di tanah air, jenazah Usman dan Harun disemayamkan lebih dulu di Aula Hankam Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebelum dibawa ke Taman Pemakaman Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan. Ketika itu, sepanjang jalan antara Kemayoran dan Merdeka Barat telah menjadi lautan manusia. Warga ingin melihat kedatangan kedua pahlawannya.

Usai salat Jumat, jenazah Usman dan Harun diturunkan perlahan-lahan ke liang lahat diiringi tembakan salvo. Atas jasa mereka, pemerintah RI memberi tanda kehormatan Bintang Sakti dan mengangkat keduanya sebagai Pahlawan Nasional. (umi)

Copy Psate dari link:http://nasional.news.viva.co.id/news/read/480454-detik-detik-haru-jelang-kematian-usman-dan-harun
Selengkapnya »»  

Sabtu, 04 Januari 2014

PNS Harus Mulai Gunakan Email Resmi Pemerintah

JAKARTA (IndoTelko) – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai 1 Januari 2014  harus mulai menggunakan email resmi pemerintah untuk urusan kedinasan wajib sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 dalam upaya percepatan reformasi birokrasi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar seperti dikutip dari situs Setkab.go.id menyatakan, penggunaan email resmi itu sudah diumumkan sebelumnya melalui Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2013 tertanggal 27 Mei 2013.

Dalam Surat Edaran tersebut dinyatakan setiap PNS agar menggunaan alamat email resmi pemerintah, yaitu  menggunakan domain @pnsmail.go.Id atau yang dimiliki masing-masing pemerintah dengan alamat (nama instansi masing-masing).go.Id.

Menurutnya, saat ini seluruh instansi pemerintah telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Namun, masih banyak ditemukan pegawai/pejabat yang menggunakan email non pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik dalam kegiatan kedinasan, termasuk yang dimiliki oleh pihak asing. "Ini berisiko dan tidak aman dalam konteks kerahasiaan data dan informasi negara," katanya.

Karena itu, lanjutnya,  Kementerian PAN-RB memandang perlu  diupayakan suatu langkah strategis dengan menyediakan email resmi pemerintah sebagai alat komumikasi persuratan elektronik kegiatan kedinasan yang diberikan bagi PNS di seluruh Indonesia.

Hal ini dimaksudkan, agar terwujud birokrasi modern yang cepat, efektif, efisien, dan aman di lingkungan instansi pemerintah. Untuk menjangkau komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan seluruh PNS, pemerintah menetapkan pemanfaatan email nasional bagi seluruh PNS dengan domain @pnsmail.go.Id.  

Email ini tidak mengesampingkan pemanfaatan email resmi kementerian/lembaga/pemda yang sudah ada, dan dimanfaatkan oleh PNS. Para PNS tetap dapat memiliki email resmi pemerintah .go.id yang lain sesuai dengan aturan, peran dan peruntukannya. Format alamat email PNSMail adalah nama.pns@pnsmail.go.id.  
PNSMail dikelola sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik, khususnya dengan memperhatikan aspek-aspek keamanan dari sisi penyelenggaraannya.(ak)

Sumber:
http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7986274380847825021#editor/target=post;postID=109728028172786224
Selengkapnya »»  

Pemerintah Perkuat Infrastruktur Internet

16:51:11 | 29 Dec 2013 JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sepanjang 2013  berhasil memperkuat infrastruktur internet di daerah-daerah guna pemerataan akses informasi ke  masyarakat.

Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan, kementriannya hingga Desember 2013 telah membangun sebanyak 32.208 SSL untuk desa di wilayah non komersial yang dilayani akses telekomunikasi. Angka itu dari 33.184 desa dari total 72.800 desa di Indonesia.

Selain itu juga telah dibangun sebanyak 1.857 Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK), 5.956 Pembangunan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan 1.222 PLIK di sentra-sentra produktif.

"Kami juga menaikkan status desa berdering menjadi desa  Pinter sebanyak 1.330 SLL," katanya, kemarin.
Ditambahkannya, pemerintah juga telah membangun National Internet Exchange (NIX) di 33 provinsi.NIX adalah sebuah Internet Exchange Point (IEP) sebagai sistem jaringan gateway yang rencananya dipasang di 33 provinsi se-Indonesia

Tender NIX Tahap 1 dimenangi oleh Moratel, CNI, Telkom, dan Satnet. Sedangkan tujuh perusahaan memenangi tender NIX tahap II, yakni PT Inerkoneksi Internet Indonesia, PT Mora Telematika Indonesia, PT Comradindo Lintasnusa Perkasa, PT Multidata Rancana Prima, PT Patra Telekomunikasi, PT Blue Water Indonesia, PT Tanggara Mitrakom.

Pemerintah juga berhasil menambah International Internet Echange (IIX) di 4 provinsi. Berikutnya, membangun 533 PoP sebagai wujud penyediaan jasa akses publik layanan internet WIFI Kabupaten serta pembangunan 287 BTS sebagai wujud penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika di daerah perbatasan dan pulau terluar.

Sebelumnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperkirakan, pengguna internet di Indonesia tumbuh sebesar 20-30% tahun ini menjadi 80 juta pelanggan.(ak)

Sumber: http://indotelko.com/kanal?c=in&it=Pemerintah-Perkuat-infrastruktur-Internet
Selengkapnya »»  

Jumat, 27 September 2013

Telkom Raih 9 Penghargaan Anugerah Business Review 2013

Direktur Utama Telkom Arief Yahya meraih penghargaan The Best CEO of The Year dalam ajang Anugerah Business Review 2013 yang diselenggarakan Majalah Business Review di Jakarta, Selasa (24/9).
Telkom juga berhasil meraih penghargaan The Best Corporate of The Year 2013, 1st The Best Corporation for Risk Management of The Year 2013, 1st The Best Operation Management of The Year 2013, 1st The Best Marketing Management of The Year 2013, 1st The Best Finance Performance of The Year 2013, 2nd The Best Corporate Communication, 2nd The Best Corporation for Learning Organization of The Year 2013, dan 2nd The Best GCG Implementation of The Year 2013.
Anugerah Business Review merupakan penghargaan sekaligus apresiasi tertinggi untuk korporasi dan pelaku bisnis berprestasi, terutama perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja serta mampu berkontribusi besar bagi pembangunan perekonomian Indonesia.
“Telkom mampu meraih penghargaan ini karena kami selalu berupaya untuk menjalankan perusahaan dengan kinerja tinggi, efisien dan efektif sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan,” tutur Arief Yahya.
Selain itu, Telkom dipandang mampu mendorong serta meningkatkan pemasaran produknya melalui penerapan konsep Paradox Marketing dengan prinsip More for Less, sebuah konsep yang diperkenalkan langsung oleh Arief Yahya.
Penghargaan The Best CEO of The Year untuk Direktur Utama Telkom Arief Yahya dikarenakan Arief Yahya dinilai telah berhasil memimpin Telkom mencapai kinerja yang memuaskan di tengah persaingan ketat serta turbulensi bisnis yang luar biasa.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Anugerah Business Review 2013 Suryo Danisworo menuturkan, pemberian penghargaan bertujuan untuk pertama, mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi korporasi, terutama perusahaan-perusahaan emiten, untuk berlomba-lomba meningkatkan prestasi kinerja, dan kontribusinya bagi pembangunan masyarakat dan perekonomian nasional.
Kedua, mendukung upaya-upaya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian kinerja perusahaan. Ketiga, berperan serta dalam mendorong upaya peningkatan praktek good corporate governance di Indonesia.
Keempat, mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa banyak korporasi di Indonesia yang saat ini telah dikelola secara lebih baik dan lebih profesional serta dapat dijadikan benchmark bagi pengembangan perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Sebelum acara, dilakukan CEO Pratice Sharing mengangkat tema “Enhancing National Competitiveness Through Sustainable Business Growth” dengan pembicara finalis The Best CEO 2013, yaitu CEO Telkom Arief Yahya, CEO PT. Marga Mandalasakti Wiwiek D. Santoso, CEO PT. Asabri (Persero) Adam R. Damiri, dengan moderator Danny Wangsahardja (Dunamis Organization Service). Turut dilakukan Economy Outlook Forum dengan pembicara Avilliani, Pengamat Ekonomi sekaligus Sekretaris Ekonomi Nasional (KEN).***CorComm_LW_red08
Sumber: Berita Internal Telkom. 

Selengkapnya »»  
Terimakasih Atas Kunjungannya. Semoga Bermanfaat